oleh

Gladhen Ageng Jemparingan Piala Bupati Magetan

 

Saat peserta Jemparing mempersiapkan diri untuk membidik, Minggu (17/11/2019)

Beritatrends, Magetan – Dalam rangka Gladhen Ageng Jemparingan Piala Bupati Magetan Tahun 2019 serta memperingati Gladhen Ageng Hadeging Kabupaten Magetan Kaping 344 (Hari Jadi Kabupaten Kabupaten Magetan yang ke 344), Pemerintah Kabupaten Magetan menyelenggarakan Lomba Panahan Tradisional atau Jemparingan, bertempat di Lapangan Candirejo, Minggu (17/11/2019).

Tampak beda pemandangan di Sarlondho Candirejo, biasanya setiap akhir pekan dipenuhi dengan penjual dan pembeli, kali ini diubah menjadi arena memanah lengkap dengan peserta yang menggunakan pakaian adat tradisional, termasuk pakaian Gondokusuman (pakaian adat Magetan).

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan dan Desa Candirejo, pada acara Jemparingan kali ini didukung oleh 53 Paguyuban Jemparingan untuk menggelar acara Jemparingan (memanah tradisonal) yang diikuti oleh kurang lebih sekitar 583 peserta.

Tampak hadir pada Gladhen Agung Jemparingan Bupati Magetan Dr. Drs Suprawoto, SH. M.Si, Toha Mahmudi, S.H.I Ketua Jemparingan Kab. Magetan, Komandan Kodim diwakili oleh Kapten Inf Suparlan Danramil 0804/01/Magetan, Kapolres diwakili oleh AKP. Iin Pelangi, S.Sos Kapolsek Kota, Drs.Venly Tomy Nicolas,SH,MH Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Magetan, Asisten dan Staf Ahli Kab.Magetan, Peserta Jemparingan dari Prov Jatim, Prov Jateng dan Prov DIY dan Masyarakat Magetan sekitar.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawaoto mengatakan, kegiatan Jemparingan ini masih dalam rangka Gladhen Ageng Hadeging Kabupaten Magetan Kaping 344“.

“Kegiatan Jemparingan hendaknya ditularkan bukan hanya kepada kaum yang tua saja, akan tetapi juga kepada kaum muda,”harap Suprawoto.

Ditempat yang sama Toha Mahmudi, S.H.I Ketua Jemparingan Kabupaten Magetan mengatakan, bahwa tercatat 583 peserta dari 53 Paguyuban Jemparingan dari berbagai wilayah di Pulau Jawa mengikuti lomba tersebut.

“Tujuan agar masyarakat Magetan lebih berwawasan luas dan mengetahui mengenai keberadaan olahraga jemparingan yang saat ini sudah jarang diadakan lagi.,”ucap Toha.

Lanjutnya, peserta dari klub dan banyak juga para peserta lomba yang berangkat perorangan karena belum memiliki klub, dengan digelarnya lomba ini diharapkan bisa menjadi ajang untuk bersilaturahim antar pemanah tradisional.

“Dalam perlombaan tersebut, para peserta mempunyai kesempatan lima sesi memanah dengan jarak objek panah 30 meter. Dimana setiap sesinya peserta berhak melepaskan empat kali anak panah,” terangnya.

Berbeda dengan panahan biasanya, jemparingan mewajibkan pesertanya menggunakan busana tradisional Jawa. Dalam melepaskan busur panah, para peserta menggunakan panah tradisional atau gandhewa dengan posisi duduk bersila dan sasarannya berwujud bandhulan.

“Lomba Jemparingan dimaksudkan untuk mempromosikan kepada warga Magetan bahwa Hari Jadi Kabupaten Magetan adalah milik semua warga Magetan,”terang Toha.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan Venly Tomy Nicolas mengatakan, kegiatan merupakan salah satu wujud untuk mensosialisasikan dan melestarikan olahraga jemparingan yang merupakan warisan budaya.

“Melalui kegiatan ini, selain untuk menyemarakkan kegiatan Hari Jadi Magetan ke 344 juga sebagai kegiatan untuk menumbuhkan semangat melestarikan budaya,”pungkas Venly.

Jemparingan merupakan tradisi yang harus dijaga kelestariannya,jangan sampai kesenian yang mengandung olahraga dan seni ini punah, ini memang sangat istimewa,karena melakukan satu kegiatan dengan menggunakan olah rasa dan olahraga.

“Kedepan olahraga panahan tradisional ini akan mendapatkan pembinaan yg lebih serius,misalnya ada pembinaan di sekolah dalam bentuk ektrakulikuler, baik panahan tradisional maupun prestasi demi nguri2 budoyo,”pungkas Venly. (Wawa)

 

 

News Feed