oleh

Biogas Jadi EBT Alternatif Pemenuhan Kebutuhan Listrik Di Madiun

Kepala Bidang ESDM Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun, Aris Budi Susilo memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pemanfaatan Dan Pengusahaan Energi Sumber Daya Mineral di Madiun, Selasa (12/11/2019) siang. 

MADIUN, BERITATRENDS — Biogas yang berasal dari kotoran hewan menjadi salah satu alternatif energi baru terbarukan untuk pemenuhan kebutuhan listrik di Kabupaten Madiun. Pasalnya, hampir diseluruh wilayah Kabupaten Madiun memiliki kelompok tani yang memelihara ternak hewan.

Kepala Bidang ESDM Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun, Aris Budi Susilo mengatakan hal itu kepada wartawan disela-sela Sosialisasi Peningkatan Pemanfaatan Dan Pengusahaan Energi Sumber Daya Mineral di Madiun, Selasa (12/11/2019) siang.

Sosialisasi peningkatan pemanfaatan dan pengusahaan energi sumber daya mineral (Energi Baru Terbarukan) diikuti kepala desa dan perangkat kecamatan di Aula Kali Catur Resort Syariah Hotel. Sebagai narasumber utama dihadirkan Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir Estu Dwi Waluyani.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir Estu Dwi Waluyani memberikan penjelasan tentang potensi biogas di Kabupaten Madiun dalam acara Sosialisasi Peningkatan Pemanfaatan Dan Pengusahaan Energi Sumber Daya Mineral di Madiun, Selasa (12/11/2019) siang.

 

Menurut Aris, sosialisasi itu digelar agar masing-masing desa mengetahui potensi biogas yang dapat dimanfaatkan untuk penerangan listrik hingga memasak. Tak hanya itu, pihaknya juga mendapatkan data wilayah di Kabupaten Madiun yang berpotensi menghasilkan biogas.

“Lewat sosialisasi ini kami mendapatkan data potensi biogas hingga pemetaan wilayah yang ada di Kabupaten Madiun. Dengan demikian data itu dapat dijadikan acuan bagi Pemprop Jatim memberikan bantuan alat pengolah limbah kotoran hewan menjadi biogas kepada petani,” jelas Aris.

Selain itu, data wilayah potensi biogas di Kabupaten akan dijadikan buku. Harapannya, kedepan dapat menjadi acuan DPRD dan Bappeda merencanakan penganggarannya.

Para peserta Sosialisasi Peningkatan Pemanfaatan Dan Pengusahaan Energi Sumber Daya Mineral di Madiun menyimak materi yang disampaikan nara sumber. 

 

Data potensi biogas ini juga akan diserahkan ke Geospasia Jawa Timur. Selanjutnya, Geospasia akan memetakan ke lokasi untuk memilah wilayah mana saja yang diprioritaskan untuk pembangunan sarana biogas.

“Hasil pemetaan dari Geospasia nanti kemudian kami serahkan ke Bappeda dan DPRD untuk proses penganggarannya” jelas Aris.

Aris menambahkan besarnya potensi biogas di Kabupaten Madiun dapat dijadikan sebagai energi alternatif listrik di wilayah yang belum terjangkau pelayanan PLN.

Sementara itu Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ir Estu Dwi Waluyani mengatakan seluruh kecamatan di Kabupaten Madiun memiliki potensi biogas yang berasal dari kotoran hewan. Bahkan biogas yang dihasilkan sudah difungsikan untuk penerangan listrik.

“Biogas menjadi salah satu energi baru terbarukan yang berasal dari kotoran hewan. Pengelolaan kotoran hewan menjadi biogas pun tidak mahal,” kata Estu.

Kepala Bidang ESDM Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Madiun, Aris Budi Susilo memberikan materi pada kegiatan Sosialisasi Peningkatan Pemanfaatan Dan Pengusahaan Energi Sumber Daya Mineral di Madiun, Selasa (12/11/2019) siang. 

 

Tak hanya bisa digunakan untuk memasak, lanjut Estu, biogas sudah banyak difungsikan untuk penerangan. Dengan demikian, petani dapat menghemat biaya listrik saat malam hari tiba.

Estu mengatakan kotoran hewan yang dapat diolah menjadi biogas minimal tiga ekor sapi atau 20 ekor kambing atau seribu ekor ayam.

Bagi Estu, keberadaan biogas tidak akan ada habisnya selama hewan ternak menghasilkan kotoran. Bahkan ampas biogas dapat diolah kembali menjadi pakan ikan.

Estu mengatakan saat ini sudah banyak kelompok tani di Kabupaten Madiun yang sudah mengolah kotoran hewan menjadi biogas. Ia menyebutkan gapoktan yang sudah mengolah kotoran hewan menjadi biogas berada di Kecamatan Kebonsari yakni Desa Rejosari dan Desa Mojorejo.

Tak hanya itu, gapoktan yang mengolah kotoran hewan menjadi biogas dapat ditemukan di Desa Krokeh, Kecamatan Wungu, Desa Sawahan, Kecamatan Madiun, Desa Kedungrejo, Kecamatan Balerejo dan Desa Winong, Kecamatan Gemarang. (MAL)

News Feed