oleh

Ketua FPD Sepauk Sebut Perda Masyarakat Adat Jalan Ditempat

Ketua FPD Agustinus

Beritatrends, Sintang – Atas kasus yang menimpa masyarakat petani peladang yang ditangkap penegak hukum, atas kasus kebakaran lahan, ketua Fron Pembela Dayak (FPD) kecamatan sepauk Agustinus SH angkat bicara, pasalnya sampai saat ini tidak ada solusi yang diberikan pemerintah, agar masyarakat tidak lagi berladang dengan cara di bakar, dan selama pemerintah tidak memberikan, atau membina para petani dengan teknologi modern, maka masyarakat petani tetap akan membuat ladang secara tradisional, ya jalan satu-satunya di bakar untuk membersihkan ranting-ranting, agar ladangnya bisa ditanam padi, dan kita juga tau bahwa berladang adalah sumber kehidupan masyarakat adat untuk kebutuhan keluarga, ucap Agustinus SH, Selasa (12/11/19)

Pemerintah Kabupaten Sintang sendiri sudah menerbitkan Perda No 12 Tahun 2015 tentang kearifan lokal masyarakat adat, tetapi kenapa perda ini tidak berjalan, padahal disitu sudah diterangkan bahwa, masyarakat yang mengerjakan lahan miliknya kurang dari 2 hektar, di perbolehkan membakar lahannya, sehingga sudah jelas bahwa kasus tersebut sudah tidak masuk dalam pidana, dan lahannya juga ada batas atau sekat api, dan saat membakar juga di jaga oleh masyarakat, oleh karena itu harus dijalankan aturan ini, jelas Agustinus.

Kasus yang menimpa masyarakat petani peladang, menjadi keprihatinan kita bersama, oleh karena itu agar kasus-kasus seperti ini tidak terulang kembali, berharap pemerintah memberikan solusi, agar masyarakat bisa bertani, dan jangan jadikan petani tumbal, karena petani adalah masyarakat kita juga, tetapi koorporasi yang sudah jelas-jelas penyebab kebakaran, malah bisa melenggang begitu saja, ucap Agustinus SH yang juga anggota Dprd Sintang ini. (nus)

News Feed