oleh

Bupati Madiun Inginkan Setiap OPD Miliki Relawan Bencana 

Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengalungkan tanda peserta kepada aparatur sipil negara yang mengikuti diklat tanggap bencana di Gedung Diklat Pemkab Madiun, Senin (11/11/2019). 

MADIUN, BERITATRENDS — Bupati Madiun, Ahmad Dawami menginginkan setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dilingkup Pemkab Madiun memiliki perwakilan relawan tanggap bencana. Pasalnya penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) saja.

“Kedepan kami rencanakan setiap OPD memiliki perwakilan relawan tanggap bencana. Karena berbicara bencana, bpbd tidak bisa bergerak sendiri namun harus ada suport dari OPD yang lain,” kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami saat membuka pendidikan dan latihan tanggap bencana di Gedung Diklat Kabupaten Madiun, Senin (11/11/2019).

Diklat tanggap bencana yang digelar selamam empat hari itu diikuti 14 aparatur sipil negara dari BPBD Kabupaten Madiun. Narasumber diklat langsung dari Basarnas yakni Prasetyo Budiarto.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing berfoto bersama dengan peserta diklat tanggap bencana di Gedung Diklat Pemkab Madiun, Senin (11/11/2019). 

 

Menurut Bupati Kaji Mbing, sapaan akrab Ahmad Dawami, perwakilan relawan tanggap bencana dibentuk sebagai bukti tanggung jawab setiap OPD terhadap persoalan bencana. Hanya saja untuk penanganan tanggap bencana BPBD harus berada di garda terdepan.

Bupati Kaji Mbing mengatakan diklat yang di ikuti 14 ASN BPBD digelar untuk memberikan pengetahuan wawasaan dan cara pandang serta sikap perilaku kerja tentang tanggap bencana. Dengan demikian setiap perserta mendapatkan sertifikasi kompetensi, ASN yang porprosional dan siap menjadi kader ASN tanggap bencana.

Kaji Mbing mengharapkan penyelenggaraan diklat tanggap bencana ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Madiun. Kendati jumlah pesertanya baru 14 orang kedepan dapat menjadi embrio yang baik bagi penanggulangan bencana di Kabupaten Madiun.

“Meskipun jumlahnya peserta 14 orang, namun seluruh peserta haru berfikir untuk keselamatan 750.000 jiwa masyarakat Kabupaten Madiun. Ini sebenarnya kurang, tapi mudah-mudahan menjadi embrio yang baik,” ungkap Bupati Kaji Mbing.

Para peserta menyimak materi dari nara sumber saat mengikuti diklat tanggap bencana di Gedung Diklat Pemkab Madiun, Senin (11/11/2019). 

 

Bagi Kaji Mbing, Pemkab Madiun getol menggelar diklat tanggap bencana agar nantinya data riil bencana dan mitigasi bencana dapat terpenuhi. Untuk itu dibutuhkan sumber daya manusia yang tangkas tentang penanganan bencana.

“Ini merupakan Diklat pertama yang di lakukan BKD. Saya berani mahal soal data dan SDM. Saya membutuhkan data yang riil tentang bencana mitigasi yang menyangkut tentang persiapan bencana. Dan soal SDM, saya getol karena SDM harus siap dan memiliki ketangkasan dalam sangkut pautnya penanganan bencana,” jelas Kaji Mbing.

Harapannya, 14 ASN yang mengikuti diklat tidak hanya menjadi embrio saja. Empat belas ASN itu harus menjadi teladan bagi ASN lainnya.

“Diklat ini nanti sebuah membentuk embrio. Saya ingin 14 orang yang ikut ini bisa menjadi Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa dan Tutwuri Handayani. Untuk itu setiap peserta diklat harus menjadi pendorong, pengarah, menciptakan prakasa, ide dan contoh serta teladan bagi ASN maupun masyarakat,” demikian Kaji Mbing. (MAL).

News Feed