oleh

Diduga Korupsi DD dan Pemalsuan Surat Ijin Tambang, Mantan Kades di Mojokerto Masuk Bui

Mantan Kades Desa Wonoploso saat digelandang 2 petugas satreskrim polres mojokerto menuju ruang tahanan (ft:exklusif/susilo/beritatrends.com)

Beritatrends, Mojokerto – Mantan Kades Wonoploso,Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto Radita Angga Dwi Mahendra,harus tidur di hotel prodeo Mapolres Mojokerto, Rabu (30/10/2019).

Radita diduga terlibat korupsi Dana Desa (DD) tahun 2017, mantan Kades Wonoploso ini juga, terlibat dugaan pemalsuan izin tambang galian C di Desa yang perna dia pimpin.

Penangkapan mantan Kades ini dilakukan oleh,anggota Satreskrim Polres Mojokerto sekitar pukul 12.00 WIB.Tersangka ditangkap setelah beberapa kali mangkir dengan tidak memenuhi panggilan penyidik kepolisian Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno, membenarkan penangkapan mantan Kepala Desa Wonoploso Radita Angga Dwi Mahendra,dilakukan oleh anggotanya.

Setyo mengatakan, penahanan tidak hanya terkait dugaan tindak pidana korupsi DD 2017 yang dilakukan bersama Sekdes Wonoploso Imam Ghozali.

Dugaan korupsi penyelewengan Dana Desa (DD)itu sendiri merugikan keuangan negara hingga Rp 70 juta,melainkan juga terdapat kasus lain yang juga dilaporkan ke mapolres pada 20 Agustus 2019 lalu, saat itu Radita masih aktif sebagai Kades Wonoploso. Dia diduga melakukan pemalusuan surat atau membuat surat palsu,terkait ijin penambangan galian C di desa Wonoploso.

“Untuk kasus ini, anggota masih melakukan penyelidikan,” terangnya.

Ditemui terpisah,Kasatreskrim Polres Mojokerto, AKP Muhammad Sholihin Fery mengatakan, penagkapan paksa terhadap Radita lantaran tersangka tak koperatif dalam perkara yang menjeratnya,dan mangkir beberapa kali dari panggilan penyidik untuk dilakukan pemeriksaan terkait perkara yang di laporkan ke mapolres Mojokerto.

Karena tersangka mangkir,sehingga petugas menetapkan dia dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Hari ini dia langsung kami tahan. Sekarang masih dalam pemeriksaan oleh penyidik,”jelas Fery.

Radita dalam perkara ini,diduga menerbitkan dokumen-dokumen tambang yang diduga palsu di Dusun Juwetsewu, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang di saat dia menjabat sebagai kepala desa Wonoploso saat kala itu,sehingga hal itu membuat Dinas Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Provinsi Jawa Timur merasa dirugikan dengan adanya penambangan yang diduga ilegal tersebut.

“Ini masih kami dalami, bukan tidak mungkin dalam penerbitan surat Radita bersekongkol dengan perangkat Desa lain dan pengusaha tambang yang dekat dengan dia,” pungkasnya.

Perkara yang menjerat Radika,bukan hanya dugaan korupsi Dana Desa(DD)yang saat ini memasuki tahap dua,namun bertambah dengan dugaan pemalsuan surat untuk mengurus injin penambangan galian C,yang lahanya masih dalam sengketa kepemilikan sah lahan yang ditambang.(Sus).

News Feed