oleh

Pupuk Bersubsidi Langka Bahkan Kuota Subsidi Kecil di Kecamatan Mempawah Hulu

Beritatrends, Landak KalBar – Di ruang  tamu kantor BP3K Dinas Pertanian Kecamatan Mempawah Hulu, saat awak media yang mengkomfirmasi kelangkaan pupuk saat tibanya musim tanam, di wilayah Kaferan seluruh desa yang ada di Mempawah Hulu, benarnya bukan langka, tapi memang stok pupuk subsidi  yang di salurkan oleh  Distributor  Kabupaten Landak mengacu ke Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok, Rabu (09/10/2019)

Menurut Nainggolan, A.Md Kepala BP3K Kec. Mempawah Hulu, mengatakan, kita mengurus 561 hektar lahan produktif, di mana setiap  tahun kita  hanya boleh mengajukan 300 kg NPK /HA/Tahun, artinya  mesti 168.300 kg. Di bagi dua masa tanam, artinya  satu kali masa tanam itu kita boleh nebus kuota sebanyak  84.150 kg , namun kenyataannya masa tanam ke dua di bulan Agustus ,September, Oktober ini kuota kita sudah kosong, sudah teraplikasi  semua di musim tanam periode awal, karena kita hanya dapat 25 %  sampai dengan 30% dari koata.

Memang ada pengurangan kuata pupuk  bersubsidi,  menurut Nenggolan selaku pengontrol dan pengawasan distribusi pupuk di Kec Mempawah Kulu, hanya ada tiga kios resmi  antara lain Bina Karya di Tunan, Sahabat di Dusun Lirang dan Desa Mentonyek, serta Kanyenyet di Simpang Bakung dan Desa Garu.

“Penyalur resmi pun harus deposit dulu, dan  harga tetap sesuai aturan Harga eceran tertinggi (HET), Kalau ada harga yang jauh dari HET ditemukan itu bukan tanggung  jawab KIOS,  bisa saja itu harga yang di kredit ke pihak pendana atau pihak  ke 3,”ucap Nainggolan.

Kami tegas dalam hal distribusi,  diingatkan juga bagi petani yang punya kebun sawit, kalau lahan lebih dari 2 ha, jangan gunakan pupuk subsidi, itu ada sanksi hukumnya.

Di tanya tentang  kelangkaan pupuk pada musim tanam ini, Nainggolan menjelaskan, sebaiknya petani jangan menunggu pupuk subsidi, beli dululah yang ada, kalaupun yang tersedia hanya pupuk  non subsidi, agar tanaman  tetap stabil.

“Kami berharap kepada pihak terkait kuota pupuk  subsidi, agar mampu memenuhi kuota pengajuan sesuai RDKK, mohonlah, agar kami sebagai pembina petani di tingkat bawah mampu menjalankan tugas yang tidak menyakiti hati petani,”pungkas Nainggolan. (DT/RA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.