oleh

Limbah Kembali Cemari Kali Gandong, Ini Kata Pelaku Industri Kulit di Magetan

Pelaku Industri Kulit di Magetan

Beritatrenda.com, Magetan – Limbah dari pengolahan Pabrik Kulit sering di keluhkan warga Magetan, Khususnya di sekitar pinggiran kali Gandong. Karena pabrik pengolahan kulit membuang limbahnya langsung ke Kali Gandong.

Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) serta UPT Industri dan Produksi Kulit melakukan sharing terkait solusi limbah yang mencemari  kali Gandong Kabupaten Magetan dalam musyawarah yang berada di dalam Gedung serba guna UPT.

Pihak UPT mengatakan, solusi pengurangan pencemaran limbah dapat di atasi dengan pembatasan IKM (Industri Kecil Menengah).

“Kapasitas IPAL(Instalasi Pengolahan Air Limbah) saat ini yang kita miliki yaitu 1200 m² air yang masuk, kita membatasi pada IKM IPAL yang masuk sekitar hampir 50 %, limbah yang masuk di sesuaikan  kapasitas.” terang Arif Soegarto Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan di UPT industri kulit dan produksi kulit, Kamis (12/9/2019).

“Di sisi lain kita membatasi IKM yang jumlahnya ada 36 karena untuk mengantisipasi limbah,  sekitar 100 penempel yang yang mengunakan jasa IKM yang memiliki alat produksi atau ke UPT. fungsi UPT yaitu memberikan pelayanan bukan memproduksi, tahun 2004 lalu kami bekerjasama dengan Balai besar Jogja mengenai IPAL sistem kimiawi.” Jelas Dia.

“Ada kesalahan teknis terhadap Sistem IPAL karena Air bercampur dengan lumpur,  sedangkan permasalahan saat ini lumpur belum bisa diolah secara optimal karena tidak adanya TPS (Tempat Pembuangan Sementara), karena belum ada fasilitas dari provinsi, jika ada mungkin kita bisa meminimalisir bau limbah”. Tambah Arif.

Di tempat yang sama, Maryadi, Kepala UPT Industri Kulit dan Produk kulit Magetan mengatakan,”Solusi untuk mengatasi limbah, Pihak UPT Industri Kulit Dan Produksi Kulit akan berencana mengumpulkan antara masyarakat yang berdampak, Pemerintah Daerah, Pengusaha, dan Pemerhati Lingkungan, serta media dan LSM, untuk duduk dimeja menyatukan pandangan sehingga apa yang kita harapkan bersama bisa menjadi kenyataan yaitu, menjadikan masyarakat Magetan yang makmur, sejahtera dan disisi lain dengan alam yang terjaga.” Ujar dia.

“Dengan Pengambilan langkah-langkah yang sudah terealisasikan, harapan kami keluhan masyarakat semakin berkurang dan syukur-syukur dapat hilang terkait permasalahan yang ada mengenai limbah B3 ( Bahan Berbahaya Dan Beracun).” Tambah Maryadi

Sebagai penutup dari pihak Pemerhati Lingkungan di Kabupaten Magetan, Rudi Setyawan atau yang akrab di sapa Rugos menaruh harapan besar kepada UPT untuk memperbaiki sistem pengolahanya, supaya tidak mencemari lingkungan Magetan.

“Harapan kami sebagai Masyarakat mengiginkan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam, jadi jangan sampai pembangunan yang ada di Magetan ini mengalahkan lingkungan. Karena kita ini dipinjami lingkungan dan suatu saat nanti akan ada generati kita selanjutnya yang akan meneruskannya,” Kata Rugos.

“Dan kami juga menginginkan kesepakatan bersama yang didalamnya akan terbangun kesadaran bersama tentang penanganan limbah B3.” Pungkasnya. (Gal)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed