oleh

Meriah, Pentas Pencak Silat dan Sendratari Kabupaten Madiun di TMII Jakarta

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing menerima kenang-kenangan dari Ketua Paguyuban Warga Madiun (Paguma) Jakarta, Pandu Yunianto di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indah Indonesia, Minggu (8/9/2019) sore.

 

Beritatrends.com, Madiun — Pentas pencak silat dan sendratari Sirno Kolo Bumi Mejoyo yang dipersembahkan Pemerintah Kabupaten Madiun berlangsung meriah. Pentas budaya Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia yang berlangsung di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indonesia Indah Jakarta itu dihadiri ribuan warga Madiun yang tinggal di Jakarta, Minggu (8/9/2019) siang.

Tak hanya warga asli Kabupaten Madiun yang tinggal di Jakarta yang membanjiri pentas seni dan budaya yang dimotori Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta. Warga asli Kabupaten Madiun yang tinggal di Jawa Barat dan Banten berbondong-bondong datang menyaksikan pentas seni dan budaya yang dihadiri Bupati Madiun, Ahmad Dawami bersama Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Penta Lianawati Ahmad dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Erni. Ketua DPRD Kabupaten Madiun sementara, Suwandi bersama para kepala organisasi perangkat daerah, camat dan kepala desa juga turut hadir menyaksikan perhelatan budaya yang digelar setiap setahun satu kali di TMII Jakarta. Tak hanya itu, 14 pimpinan perguruan pencak silat turut hadir sekaligus mengisi acara pentas pencak silat.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami berfoto bersama dengan 14 pimpinan perguruan pencak silat yang mengisi acara pentas seni budaya pencak silat di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta, Minggu (8/9/2019).

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing menyampaikan apresiasi terhadap antusias ribuan warga asli Kabupaten Madiun yang berkenan hadir di Anjungan Jawa Timur TMII Jakarta. Harapannya, pentas seni budaya pencak silat dan sendra tari dapat memperat tali silaturahmi dengan warga asli Kabupaten Madiun yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

“Saya harap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi dengan warga Kabupaten Madiun yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya. Dengan demikian, ekonominya maju dan akhlaknya terjaga seperti saat tinggal di desa,” kata Kaji Mbing.

Inilah salah satu adegan pentas seni dan budaya pencak silat dan sendratari dari Kabupaten Madiun di Anjungan Jawa Timur Taman Mini Indah Indonesia Jakarta, Minggu ( 8 / 9 / 2019) sore.

 

Kaji Mbing mengatakan persembahan seni pencak silat dan sendratari bagian komitmen mewujudkan Kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat Indonesia. Perwujudan Kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat merupakan komitmen bersama seluruh perguruan pencak silat untuk menjaga kerukunan dan bahu membahu membangun Kabupaten Madiun.

“Kalau di asal usulnya di Kabupaten Madiun rukun maka warga Kabupaten Madiun yang tinggal di Jakarta harus rukun. Sudah tidak jamanya gontok-gontokan lagi,” ungkap Kaji Mbing.

Kaji Mbing meminta warga Madiun yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya ikut merajut kebersamaan dan menebar kedamaian sebagai perwujudan komitmen kampung pesilat. Untuk itu komitmen Kabupaten Madiun sebagai kampung pesilat Indonesia harus disampaikan dan disebarluaskan.

“Sebagai perwujudan komitmen mulai tahun depan acara bulan suro akan dikemas dalam bentuk kirab budaya dengan melibatkan seluruh perguruan pencak silat yang ada di Madiun,” jelas Kaji Mbing.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing masuk ke lokasi anjungan Jawa Timur TMII Jakarta diiringi tarian dongkrek khas Kabupaten Madiun.

Madiun Bukan Embrio Komunis
Tak hanya memperkenalkan Madiun sebagai kampung pesilat Indonesia, Bupati Kaji Mbing juga meminta warga di perantuan membantu menghapus stigma Madiun sebagai salah satu embrio komunis di Indonesia. Pasalnya fakta sejarah menunjukkan justru warga Kabupaten Madiun yang berjuang menumpas keberadaan PKI.

“Di Madiun tidak ada embrio komunis. Madiun saat itu dijadikan pusat aksinya para pemberontak PKI. Dan saat itu rakyat Kabupaten Madiun yang lawan paham komunisme. Saya mohon luruskan semuanya.

Terakhir Kaji Mbing menyampaikan saat ini Kabupaten Madiun sudah bisa bersaing ditingkat regional hingga nasional setelah menaikkan anggaran dana desa sebesar 20 persen. Hal itu terbukti salah satunya dengan prestasi yang diraih Kabupaten Madiun dalam lomba inovasi desa. “Tahun ini Kabupaten Madiun meraih juara tiga nasional lomba inovasi desa dari Kementerian Pedesaan,” jelas Kaji Mbing.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami didampingi Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Penta Lianawati Ahmad dan seluruh kru sendra tari berfoto bersama di puncak acara pentas seni budaya di Anjungan Jawa Timur, TMII Jakarta, Minggu ( 8 / 9 / 2019) .

Usai memberikan sambutan, Bupati Kaji Mbing menyanyikan lagu Iwan Fals berjudul Kumenanti Seorang Kekasih dan Yang Terlupakan diiringi musik dongkrek.

Sementara itu Ketua Paguyuban Masyarakat Madiun Jakarta, Pandu Yunianto menyatakan pagelaran seni budaya pencak silat dan sendratari di TMII mengobati kekangenan warga yang tinggal di perantauan Jakarta dan sekitarnya.

“Kegiatan ini sangat mengobati kekangenan warga akan budaya, seni dan makanan khas Madiun,” jelas Pandu.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami menerima kenang-kenangan dari Kepala Bapengda Jatim, Dwi Suyanto

Bagi Pandu gelar promosi budaya dan seni yang dilakukan Pemkab Madiun sebagai bentuk melestarikan budaya. Tak hanya itu, warga Madiun yang tinggal di perantuan akan mengetahui perkembangan seni dan budaya di daerah asalnya

“Anak-anak kami sudah banyak tidak mengenal budaya madiun. Apalagi budaya asing saat ini banyak yang masuk. Dengan promosi seni budaya dan wisata ini anak-anak kami tidak kehilangan budaya dan mengetahui lokasi wisata di Kabupaten Madiun,” tandas Pandu.

Sementara itu Wahyono, warga Jiwan yang tinggal puluhan tahun di Jakarta memberikan apresiasi kepada Pemkab Madiun yang mempersembahkan pentas seni dan budaya di TMII. Tak hanya itu, Pemkab Madiun juga memberikan gratis nasi pecel sebagai makanan khas Madiun kepada ribuan warga yang datang.

Ia mengharapkan kedepan kegiatan pentas seni budaya dan kuliner tak hanya setahun sekali digelar di TMII. Dengan demikian kekangenan warga Madiun yang tinggal di perantuan terhadap budaya dan seni terobati. (MAL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed