oleh

Mantan Ketua KPUD Sampang Penuhi Panggilan Penyidik Kejari

Syamsul Muarif Mantan Ketua KPU Sampang Periode 2014-2019

Beritatrends.com, Sampang – Patut rasanya kita mengapresiasi kinerja Team Satuan Tugas Khusus Tindak Pidana Korupsi (Satgassus Tipikor) Kejaksaan Negeri Sampang dalam menindak lanjuti pengaduan masyarakat adanya dugaan pemotongan anggaran Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam rangka Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden dan Pemilihan Umum anggota DPR,  DPD,  DPRD Provinsi, DPRD Kab/kota.

Karena beberapa waktu yang lalu setelah memanggil sekaligus memeriksa beberapa PPK beserta jajaran kesekretariatan baik tingkat Kabupaten maupun Kecamatan secara marathon dan bahkan hari ini,  jumat 6 september 2019.

Ketika awak media meminta klarifikasi kepada Plh Kejari Sampang sekaligus kasi pidsus mengatakan, “bahkan sekarangpun sedang berlangsung pemeriksaan salah satu PPK kecamatan dalam rangka menggali dan mengumpulkan keterangan”.

“dan bahkan beberapa hari yang lalu mantan Ketua KPUD Sampang syamsul muarif sudah memenuhi panggilan penyidik”Tambahnya.

Selanjutnya kasi pidsus, Edi Sutomo menyatakan “hanya minta kepada media dan seluruh elemen masyarakat untuk bersabar karena proses pemeriksaan dalam rangka penyelidikan kasus pemotongan anggaran TPS dalam rangka Pileg/Pilpres yang cukup masiv terjadi pada banyak kecamatan tetap sesuai dengan proses mekanisme serta rutin dalam masa 14 hari selalu dilakukan evaluasi dan ekspose di internal serta menepis bahwa penyelidikan terkait dugaan pemotongan dana TPS ini dipending”.

Mantan Ketua KPUD sampang saat dimintai konfirmasi oleh awak media terkait pemeriksaan dirinya selaku penanggung jawab secara kelembagaan tidak meresponts baik via WA maupun by phone.

Sementara Abdul Azis Agus Priyanto SH, Ketua Forum Gardu Demokrasi (FGD)  Divisi Hukum,  Politik dan HAM menyatakan tetap memberikan suport kepada team penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) dan masih miliki keyakinan dengan ditingkatkan ke tahap penyidikan berarti sudah menemukan peristiwa pidana (predikat crime) dan selanjutnya penyidik terus melakukan pemanggilan sekaligus pemeriksaan kepada pihak-pihak terkait untuk mencari dan mengumpulkan bukti permulaan atau bukti yang cukup untuk ditingkatkan pada tahap penyidikan sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 2 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). (Abdul)

News Feed