oleh

Kirab Budaya dan Sedekah Bumi Pemerintah Desa Kradenan Ponorogo

Warga ramai-ramai tumplek blek serbu gunungan dan buceng saling berebut ambil bagian

Beritatrends, Ponorogo – Pemerintah Desa Kradenan, Kecamatan Jetis sejak tanggal 4/8/2019 hingga 6/9/2019 telah mengadakan beberapa event.

Untuk penutupan acara peringatan HUT RI ke 74 yang kebetulan juga acara Bersih Desa Kradenan itu, tepatnya pada Rabu (5/9/2019) kemarin Pemerintah Desa setempat menggelar kirab budaya dan sedekah bumi.

Pantauan Beritatrends di lapangan tampak ribuan warga Desa Kradenan tumplek-blek membaur dengan Pemerintah Desa serta lembaganya dan juga dari wilayah desa lain sekitaran Kradenan.

Seluruh warga RT yang ada ikut berpartisipasi mengikuti keliling Desa Kradenan

Dalam acara tersebut masing- masing RT mengikutkan warganya untuk kirab budaya dan dengan berbagai koustum.

“Ini dilomba lo mas jadi masing – masing RT, jadi mereka pasti cari menang, jadi penampilan unik-unik,” kata para peserta.

Warga yang hadir saat itu mengaku acara sangat meriah yang digelar di Desa Kradenan tersebut, meski berada di pedesaan namun acaranya megah.

“Masyarakat Desa Kradenan memang sangat antusisas dengan acara tahunan ini sehingga dengan mudah para perangkat dan panitia melaksanakannya, apalagi lomba antar RT nya itu dan juga kirab tumpengnya hasil bumi Kradenan juga disambut masyarakat dengan meriah dan saling unjuk kebolehan mulai dari dandanan dan kostumnya,”jelasnya.

Persiapan Pemberangkatan Gunungan

Kepala Desa Kradenan, Yahman mengatakan, acara kirab budaya dan sedekah bumi yang diwujudkan dengan adanya tumpeng raksasa dari hasil bumi warganya. Semua ini kita gelar untuk melestarikan budaya warga Kradenan dan juga bentuk syukur kepada Tuhan atas buminya.

“Masyarakat kami mengolah dengan baik sebagai sumber kehidupan keluarganya, dan juga dari Tunpeng raksasa yang dipikul 4 orang itu di belakangnya diikuti tumpeng kecil dari RT -RT yang ada, dan kita arak keliling kampung dan berakhir di Balai Desa,”Ucap Yahman.

Lanjut Yahman dengan adanya kirab budaya dan sedekah bumi ini hanya satu tujuan untuk kemajuan desa.

“Tujuanya satu agar masyarakat kami dengan latar belakang dan status sosialnya berbeda namun tetap menjaga kerukunan sesuai moto Desa Kradenan Ojok Lali Kradenan Guyub Rukun,”pungkasnya. (Sugeng)

 

News Feed