oleh

Bupati Madiun Apresiasi Kegiatan Suro Zero Accident

Bupati Madiun, Ahmad Dawami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pesilat lantaran kegiatan suro berjalan tanpa adanya kecelakaan di Pendopo Muda Graha, Selasa (3/9/2019)

 

Beritatrends.com, Madiun — Bupati Madiun, Ahmad Dawami memberikan apresiasi tidak adanya kecelakaan (zero accident) dalam rangkaian kegiatan suro. Rangkaian kegiatan suro berjalan lancar lantaran adanya kebersamaan seluruh pihak menjaga situasi yang kondusif.

“Rangkaian kegiatan bulan suro sampai saat ini masih zero accident karena adanya kebersamaan seluruh pihak. Untuk itu kedepan harus dijaga sehingga pelaksanaan kegiatan suro berjalan aman dan tertib,” ujar Bupati Kaji Mbing.

Ketua Umum Perguruan Pencak Silat PSHT Terate, Moerdjoko memberikan sambutan dalam pertemuan 14 pimpinan perguruan pencak silat dari tingkat pusat hingga ranting pasca pelaksanaan kegiatan suroan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (3/9/2019).

Bupati Kaji Mbing menggelar pertemuan khusus dengan 14 pimpinan perguruan pencak silat dari tingkat pusat hingga ranting pasca pelaksanaan kegiatan suroan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (3/9/2019). Pertemuan itu menjadi ajang evaluasi terkait pelaksanaan rangkaian suroan.

“Evaluasi itu terkait tentang teknis pelaksanaan di lapangan. Selain itu evaluasi pelaksanaan kegiatan di tiap-tiap perguruan pencak silat yang bekerjasama dengan aparatur pemerintahan hingga tingkat desa,” kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing kepada wartawan, Selasa (3/9/2019).

Ketua Persaudaraan Sehati Winongo Tunas Muda, Agus Wiyono memberikan sambutan dalam pertemuan 14 pimpinan perguruan pencak silat dari tingkat pusat hingga ranting pasca pelaksanaan kegiatan suroan di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Selasa (3/9/2019).

Tak hanya dihadiri pimpinan perguruan pencak silat, Walikota Madiun, Maidi, Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Dandim 0803 Madiun, Letnan Kolonel Czi Nur Alam Sucipto juga mengikuti pertemuan yang diikuti ratusan orang tersebut.

Bupati Kaji Mbing mengatakan peristiwa yang terjadi kemarin di wilayah Kota Madiun bukan bagian dari rangkaian kegiatan suroan. “Itu diluar kegiatan rangkaian bulan suro,” kata Bupati Kaji Mbing.

Walikota Madiun, Maidi memberikan dukungan kedepan rangkaian kegiatan suro dijadikan sebagai obyek wisata budaya mulai tahun 2020.

Bupati menambahkan lancarnya kegiatan suro juga perwujudan dari kesepakatan bersama bahwa Kabupaten Madiun adalah kampung pesilat Indonesia. Untuk itu semua pesilat diharapkan dapat merajut kebersamaan dan menebar kedamaian. “Semua pihak harus ikut menciptakan kedaiman dan keamanan di seluruh wilayah Kabupaten Madiun,” jelas Bupati Kaji Mbing.

Ia meminta kedepan jumlah pesilat yang mengikuti rangkaian kegiatan suro harus dikoordinir dan jelas jumlahnya. Dengan demikian, seluruh pesilat dapat mengikuti kegiatan suro dengan lancar, aman dan nyaman.
Sementara itu Walikota Madiun, Maidi mengatakan hasil evaluasi tahun depan kegiatan suroan akan berbentuk wisata dengan cakupan nasional hingga internasional. Untuk itu semua perguruan pencak silat dikumpulkan agar bersepakat suroan menjadi even budaya nasional mulai tahun 2020. “Nanti bisa disuguhkan untuk tingkat nasional hingga internasional,” kata Maidi. (MAL)

News Feed