oleh

Petani Menjerit karena Terancam Gagal Panen

Lahan persawahan disaat mengalami masa kekeringan atau musim kemarau

 

Beritatrends, Mempawah KalBar – Biasanya para petani di Sibo, Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah – KalBar saat bertani selalu memfaatkan waktu senggangnya di menangkap ikan di selokan  sawahnya, namun disaat mengalami masa kekeringan atau musim kemarau yang sudah sangat lama sudah berjalan hampir  tiga bulan, tampak di areal yang terhampar milik para petani sudah merekah dan menyebabkan tanaman padi  terhambat pertumbuhannya, Minggu (25/08/2019).

Agus Suandi Anggota Gapoktan Ngudi Makmur

Salah satu Anggota kelompok tani Ngundi Makmur, Agus Suandi mengatakan, kalau hal ini tidak ada tanggpan dari pemerintah setempat terkait kekeringan ini, di perkirakan saat panen bulan September 2019 yang akan datang di pastikan gagal panen.

“Otomatis berdampak kerugian material, dan tak mungkin mampu lagi  mengarap lahan di musim tanam yang akan datang,”ucap Agus.

Surianaola petani asal Sibo

Hal sebada Surianaola petani asal Sibo membenarkan pernyataannya Agus Suandi  anggota gapoktan Ngudi Makmur itu, masyarakat petani rata-rata berkeluh kesah, lahannya yang hanya seperempat hektar, saat panen normal bisa 1 ton lebih, tapi karena dampak kekeringan, panen bulan September 2019 nanti pastinya  gagal.

“Apa lagi soal RDKK dan Distribusi alsintan khusus Saprodi sangat sulit untuk  mendapatkan pupuk saat musim tanam, bahkan kami jarang di pandu oleh PPL,”terang Surianaola.

Lanjtnya,  dengan harapan agar kedepan di setiap gapoktan, ada kios pertanian, khusus  di Desa Pak Utan, kalau ini tidak terealisasi kedepanya otomati tak akan berjalan RDKK nya.

“Untuk mohon di akomodir, semoga sawah kami yang kering kerontang di carikan solusinya dengan cara  pompanisasi, dan saat musim tanam yang akan datang mohon pemerintah setempat khususnya Dinas Pertanian membantu kami biar tetap bertanam,”pungkas Surianaola (Dominikus Tolek/Rinto Andreas)

News Feed