oleh

Desa Ansiap Merasa Desa Terpencil dan Miskin di Wilayah Kabupaten  Mempawah

Plt Kades Gutok Rudi

Beritatrends, Mempawah – Di kediaman pribadinya  Pj Kades Gutok, Rudi yang baru bertugas enam bulan mengatakan, Dusun Gutok, Desa Ansiap, Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah merupakan Desa terpencil dan Miskin di wilayah Kabupaten Mempawah, Minggu (25/08/2019).

Rudi sebelumnya pegawai Kantor Kecamatan Sadaniang, Dia pria bertubuh gempal, dengan tampil penuh wibawa, saat awak media Beritatrends menjumpainya, secara ramah menceritakan keluh kesahnya sebagai pemimpin di daerah pedalaman, yang mana warga sangat tertinggal jauh dari derap pembangunna infrastruktur dasar, di wilayah berpenduduk 387 kk 1375 jiwa yang mengantungkan kehidupan di sektor pertanian, karet, padi, jagung, dan sawit.

“Saat ini warga mengandalkan transportasi melalui jalur darat dengan ruas volume sepanjang 12 km menuju Dusun Cagat, Kecamatan Menjalin,” ucap Rudi.

Hal dasar yang tak kalah pentingnya ialah Tower Telkom, PLN, Air Bersih, untuk Pendidikan Dasar  saat ini ada Tiga SD Negeri, Satu SD Swasta, serta ada sekolah satu atap milik yayasan Filadelpia, fasilitas Kesehatan ada satu Puskesdes.

Lanjutnya, kami berharap Desa Ansiap  segera di bangun infrastruktur dasar agar tidak merasa jauh tertinggal dan harapan lainnya agar  dua Perusahaan PT Ahal dan PT MPL  agar jangan lupa mengedepankan komunikasi dengan masyarakat dan para aparat desa dalam  setiap kegiatan kebun yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat sangat sensitif kalau  mau di katakan gagal.

“Ya memang jauh dari harapan, lebih lebih PT  Mempawah Permai Lesrari (MPL), agar menata ulang sistem yang mana pantauan kami seakan sudah tak berkegiatan, kasian nasib warga yang mengantungkan hidupnya dari bekerja diperusahaan tersebut,”jelasnya.

Saat di singgung soal saprodi pertanian, pihaknya mempertanyakan sistem distribusi pupuk ke Desa Ansiap, karena RDKK kelompok tani Ansiap seakan-akan tak di folow up oleh pihak terkait  bahkan jarang sekali tenaga penyuluh datang ke Desa Ansiap.

“Para petani Desa Ansiap harus mandiri dan dihadapkan dengan kesulitan distribusi pupuk, mereka harus beli ke Kabupaten Landak dengan harga Rp. 145.000,- per karung untuk pupuk Ponskha itupun belum termasuk ongkos, ini benar – benar sulit,”pungkas Rudi.(Dominikus Tolek/Rinto Andreas)

News Feed