oleh

Cerita Bupati Madiun Tutup Prostitusi Setengah Abad, Menyamar Jadi Pelanggan Hingga Carikan Pekerjaan

BILIK CINTA–Bupati Madiun, Ahmad Dawami melihat bilik cinta berupa kotak meja triplek yang digunakan sebagai tempat prostitusi di Pasar Muneng, Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Kamis ( 8/8/2019)

 

Beritatrends.com, Madiun — Dalam sepekan terakhir, Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing menutup dua lokasi prostitusi yang prakteknya sudah setengah abad.

Dua lokasi prostitusi yang ditutup yakni di Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng dan Pekuburan Cina /bong cina, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan.

Tak hanya di dua lokasi itu, dua bulan lalu, Kaji Mbing juga menutup praktek prostitusi di puluhan warung yang berkedok menjual kopi di Saradan, Kecamatan Saradan.

KASUR–Petugas Satpol PP menunjukkan kasur dan batal yang ditaruh didalam bilik cinta berupa kotak meja triplek untuk tempat prostitusi di Pasar Muneng, Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Kamis ( 8/8/2019)

Bukan tanpa alasan, orang nomer satu di Pemkab Madiun itu menutup tiga lokasi prostitusi yang prakteknya sudah berlangsung lama. Selain bentuk implementasi visi misinya menjadikan Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak juga bagian bentuk perang melawan HIV / AIDS. Pasalnya, di dua kecamatan yang berada di area dua lokasi prostitusi itu tinggi penderita HIV / AIDSnya.

Ia merincikan pengidap HIV/AIDS tertinggi pertama di Kabupaten Madiun berada di Kecamatan Jiwan sebanyak 117 orang diikuti Kecamatan Saradan, 76 orang dan Kecamatan Pilangkenceng sebanyak 74 orang.

Ia mengkhawatirkan bila tidak segera ditutup lokasi prostitusi maka jumlah penderita HIV /AIDS akan bertambah lebih banyak. Dengan demikian, penutupan area prostitusi bagian upaya memerangi dan melawan HIV/AIDS di Kabupaten Madiun.

CEK LOKASI –Bupati Madiun, Ahmad Dawami mengecek kondisi Pasar Muneng, Desa Muneng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Kamis ( 8/8/2019).

Dari data tersebut, 20 persen dari kalangan ibu rumah tangga. Mirisnya lagi ada lima pelajar SMP yang terindikasi HIV. “Saya lihat sendiri anak kelas dua SMP datang di area prostitusi,” jelas Kaji Mbing.

Namun untuk menutup tiga lokasi prostitusi itu, Bupati Kaji Mbing memiliki trik unik. Tak hanya mengecek ke lokasi langsung, Bupati Kaji Mbing rela menyamar berpura-pura menjadi pelanggan pekerja seks komersial di area lokalisasi.

“Saya menyamar berpura-pura jadi pelanggan biar saya mendapatkan keyakinan pasti kalau lokalisasi itu benar-benar masih beroperasi. Dengan demikian saya memiliki keyakinan pasti sebelum bertindak,” jelas Kaji Mbing, Kamis ( 8/8/2019).

Tak hanya sekali datang ke lokasi prostitusi, kata Kaji Mbing, ia beberapa kali mendatangi tiga lokalisasi itu untuk mengidentifikasi penyebab praktek prostitusi itu terus berlangsung. “Di lokasi bong cino saya sampai sembilan kali datang kesini,” kata Kaji Mbing.
Selain identifikasi persoalan, lanjut Kaji Mbing, ia menyamar lantaran pengelola di titik lokalisasi itu sebelumnya sudah diperingatkan aparat Satpol PP untuk menutupnya secara permanen. Namun rupanya, peringatan itu tidak dihiraukan pemilik warung.

ROBOHKAN–Tim gabungan dan warga merobohkan salah satu warung yang berada di bong cino, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Jumat (9/8/2019).

Tentang penyamaran berpura-pura menjadi pelanggan, satu hari Kaji Mbing sementara dalam perjalanan pulang dari dinas di Malang. Setibanya di warung dan lapak dipinggir jalan di wilayah Kecamatan Saradan, Kaji Mbing menghentikan laju kendaraanya.

Di lokasi itu, ia mendapatkan informasi adanya praktek prostitusi terselubung yang berlangsung di warung berkedok jualan kopi. Tak ingin ketahuan jatidirinya sebagai Bupati Madiun, ia langsung berganti pakaian mengenakan kaos dipadu celana jins.

“Setibanya di warung itu saya langsung ditawari. Saya sampaikan besok baru kembali lagi. Biar saya siap-siap dulu,” kata Kaji Mbing.
Setelah memastikan warung itu sebagai lokalisasi, pagi harinya ia bersama tim Satpol-PP menutup belasan warung yang berada dipinggir ruas jalan Surabaya-Madiun.

Hal yang sama juga dilakukan di lokalisasi di area pekuburan China di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan dan Pasar Muneng, Kecamatan Pilangkenceng . Tak beda di Saradan, saat menyamar berpura-pura menjadi pelanggan ia ditawari PSK.

“Tengah malam ke lokasi pekuburan China saya naik sepeda motor. Disana saya juga ditawari,” kenang Kaji Mbing.

Sementara di lokalisasi di Pasar Muneng, Kaji Mbing juga masuk lokasi saat ramai-ramainya pengunjung. Beruntung saat masuk di area lokalisasi tidak ada satupun orang yang mengenalnya.
“Mereka tidak tahu kalau saya bupati,” kata Kaji Mbing.

Meski menutup lokalisasi di tiga tempat, Bupati Madiun, Ahmad Dawami tidak memberi sanksi pelakunya. Kaji Mbing malah memberikan pekerjaan bagi pekerja seks komerisal yang tinggal di Kabupaten Madiun untuk berwira usaha.

Baginya pelaku praktek prostitusi tidak boleh dibenci. Namun semua harus sepakat praktek kemaksiatannya yang harus dibenci dan ditutup permanen.

“Kita tidak boleh membenci pelakunya. Tetapi yang harus dibenci maksiatnya bukan orangnya,” kata Kaji Mbing.

Bagi Kaji Mbing, pelaku prostitusi tidak akan bekerja sebagai PSK bila memiliki pekerjaan tetap. Dengan demikian, langkah pemerintah memberikan pekerjaan pasca penutupan lokalisasi akan membuat mereka tidak kembali ke jalan yang salah lagi. (MAL)

News Feed