oleh

E- VOTING SATU LANGKAH MENUJU MAGETAN TERDEPAN

BUPATI MAGETAN DR. DRS. H. SUPRAWOTO, SH. M.SI

Beritatrends.com, Magetan – Sebuah gebrakan baru dan selangkah terdepan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan pada pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Magetan yang rencananya akan di laksnakan pada bulan November 2019.

Pemkab Magetan akan mengaplikasikan sistem E-Votting di 18 desa pada 18 kecamatan di Kabupaten Magetan, pemilihan kebijakan Pilkades dengan Kombinasi antara Manual dan E-Voting merupakan langkah “tengah” yang diambil Pemerintah dalam mensikapi ketentuan yang di gariskan oleh Pemerintah Pusat.

Pemda Magetan semula berencana untuk melaksanakan Pilkades secara E-Voting secara total, namun kemudian memutuskan melaksanakan Pilkades serentak 184 desa, dimana 166 desa mengunakan Sistem Manual dan 18 Desa dengan sitem E-Voting.

“Sebagai bagian dan kepanjangan tangan Pemerintah pusat, kita wajib taat dan tunduk pada peraturan yang di gariskan pemerintah Pusat”,ungkap Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH, M.Si dihadapan sejumlah pejabat saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan pejabat Tinggi Pratama, beberapa waktu lalu di Pendopo Surya Graha Magetan.

Ditengah Pro dan Kontra terkait dengan pemakaian E-Voting pada hajatan 6 tahunan untuk memilih pemimpin di desa, langkah Pemerintah dibawah Kepemimpinan Bupati Suprawoto bisa dikatakan sebagai hal yang berani dan spetakuler.

Langkah berani tersebut lantaran Keputusan pemakaian Sistem E-voting dalam pelaksanaan Pilkades ini diputuskan beberapa saat sebelum tahapan pilkades dimulai meski sebenarnya Ide E-Voting ini sudah lama di rancang dan di rencanakan, namun belum juga ada keberanian untuk mengeksekusinya.

Perubahan sistim ini tentunya tidak hanya sekedarperubahan pada waktu memberikan suara dengan system mencoblos pada surat suara menjadi menyentuh pada layar  monitor namun, juga perubahan pada persiapan dan tahapan yang lebih memerlukan pemikiran ekstra dan kerjakeras.

Namun semuanya bisa disikapi dengan kemauan untuk membuat Magetan menjadi Terdepan, seperti yang sering di dengungkan dalam berbagai kesempatan.Ibarat permainan bola berbagai rencana dan strategi yang bisa diambil agar dapat menghasilan Gol yang cantik di massa injury time tanpa ada aturan yang di langgar,

Demikian dengan Pengambilan keputusan system E-Voting yang diambil beberapa bulan menjelang tahapan pemilihan Pilkades dimulai yaitu tepatnya pada 7 Mei 2019 dalam Rapat terbatas yang di pimpin langsung oleh Bupati Magetan, Dr.Drs, H. Suprawoto, SH.M.Si.

Namun nyata segala Keputusan rapat tersebut seakan menjadi cambut tersendiri bagi segenap OPD untuk Bersama sama mensukseskan misi besar tersebut sesuai dengan bidang tugas masing masing. Inilah langkah berani yang dihasilkan dari sebuah pengalaman panjang seorang pemimpin.

Meski rentang waktu yang pendek namun dengan kalkulasi tepat dan cermat sebuah keputusan yang akan mengantarkan Magetan selangkah lebih maju dalam proses pilkades dan keputusan ini mendapat dukungan pimpinan Dewan.

Melalui Media Sosial Humas dan Protokol Ketua DPRD Karmini, S.Sos orang pertama yang menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan ini.

Pemilihan Kepala Desa dengan system E Voting yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan , setidaknya akan menjadi kebanggaan bagi mereka yang benar benar merasa menjadi bagian dari masyarakat Magetan. Khususnya mereka yang ada di tanah rantau. E- Voting seakan menjadi “Face Off “ bagi mereka yang selama ini merasa kurang “keren “mengaku berasal dari Kabupaten kecil yang terletak di lereng Gunung Lawu yang bernama MAGETAN.

Ini tentu tidak berlebihan karena E-voting pada pelaksanaan Pilkades serentak baru kali pertama dilaksanakan di Propinsi Jawa Timur,  meski sudah ada beberapa daerah di Indonesia yang mengunakan  E-Voting dalam gelaran Demokrasi ditingkat desa .

Hal inilah yang menjadikan E-voting di  Magetan spetakuler mampu menyedot perhatian dan juga komentar beberapa pemerhati pemerintahan maupun masyarakat secara umum.

Keraguan serta pesimis membayangi pikiran sebagian Masyarakat dengan system baru ini, tidak sedikit yang menilai bahwa sisitem ini akan mendatangkan ”kemudhorotan” dari pada kemanfaatan sehingga tidak heran bila Bupati Magetan sering mendapatkan surat cinta terkait E-Voting ini

“Saya beberapa kali mendapat WA(WhatsApp) dan surat dari sejumlah tokoh yang intinya memberikan peringatan terhadap rencana penggunaan E-Voting  pada gelaran Pilkades ini , Magetan jangan di jadikan kelinci percobaan “Ungkap Kang Woto dihadap ananggota DPRD  pada saat simulasi pelaksanaan E -Voting di Gedung DPRD .

“ Kita jangan terlalu under Estimated “ terhadap kemampuan Masyarakat dalam menerima dan menerapkan Tehnologi  ( E- Voting ) “ tambah Pria Kelahiran Maopati 63 tahun silam.

Keraguan dan penolakan terkait pengunaan sisten E- Voting seakan menjadi Isu yang cukup “Viral“ ditengah masyarakat Magetan, munculnya ajakan untuk menolak E- Voting  di media sosial oleh pihak tertentu dengan argument yang di sajikan seakan menjadi pemicu “Andrenalin“ untuk menjawab dengan data dan fakta.

Kekhawatiran akan adanya kecurangan dan rekayasa, hilangnya kearifan lokal, dan pemborosan anggaran serta kekhwatiran akan dijadikannya ajang bagi “bebotoh “ untuk bermain dijawab dengan data dan kerja keras dari semua OPD yang terlibat langsung dibawah kendali BupatiMagetan.

Dalam setiap kesempatan atau acara Bupati Magetan selalu memberikan penjelasan yang jelas dan lugas terkait dengan E -Voting, hal ini untuk menyakinkan hingga semua pihak, berbagai langkah diambil untuk mematangkan E-voting.

Koordinasi dan penandatanganan kerjasama dengan  BPPT RI sebagai Pemilik “Hak Paten” terkait tekhnologi terapan ini dilaksanakan, study tiru di Kabupaten yang telah berhasil melaksanakan E-Voting dilakukan hingga semua OPD siap dengan tanggung jawab masing-masing untuk mensukseskan, Salah satu langkah menuju Magetan terdepan.

Regulasi, anggaran, SDM dan peralatan untuk mendukung Pelaksanaan E-Voting pada pilkades serentak telah dipersiapan, Dukungan dari Legislatif menambah semangat untuk memantap kantekad melaksanakan E-Voting.

Kabupaten Magetan yang merupakan kepanjangan tanggan Pemerintah Pusat tentu berjalan sesuai dengan aturan dan ketentuan, Munculnya Surat  Mendagri  No.141/4764/BPD tetanggal 2 Juli tentang Penjelasan terkait Pilkades serentak mengharuskan Pemkab Magetan untuk tunduk dan taat.

Strategi dan  kebijakan baru diambil agar pelaksanaan E-Voting tetap berjalan dengan tanpa mengurangi kepatuhan pada pemerintah pusat. Melalui Peraturan Bupati no  34 Tahun 2019  akhirnya diputuskan pelaksanaan Pilkades dengan Sistem E-Voting secara terbatas dan Sistem Manual/Konvensional.

18 Desa dengan jumlah pemilih terbanyak di 18 Kecamatan ditetapkan untuk mengunakan Sistem E-Voting  sedangkan 166 Desa tetap menunakan system Konvensional denganmencoblos.

Kebijakan ini diambil sebagai Wujud Kepatuhan dan juga agar Inovasi dalam mewujudkan Magetan Terdepan tetap berjalan.

”Kita akan tunduk dan taat pada ketentuan yang berlaku, meski sebenarnya kita juga dengan berat hati” Ungkap Bupati Magetan Menanggapi Keputusan akhir terkait pelaksanaan E-Voting di KabupatenMagetan.

Keputusan E -voting terbatas setidaknya bisa menjadi barometer pada pelaksanaan pilkades selanjutnya, dalam akun Media social Humas dan Protokol, begitubanyak yang ingin desa mereka merasakan penerapan tekhnologi ini dalam proses Demokrasi.

Perlaksanakan E-Voting dengan terbatas bukan merupakan sebuah kegagalan, tetapi langkah bijak untuk mengkombinasikan penerapan Aturan Pilkades serentak dan Kemajuan tekhnologi dalam pelaksanaan Pilkades.

Mari kita sukseskan pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Magetan dengan tetap tidak meninggalkan Upaya mencapai kemajuan di bidangtehnologi. 18 Desa yang melaksanakan E-Votting berdasarkan Keputusan Bupati Magetan Nomor : 188/184/Kept/403.013/2019 antara lain :

NO KECAMATAN DESA
1 MAGETAN BARON
2 PANEKAN TURI
3 NGUNTORONADI SIMBATAN
4 BENDO BELOTAN
5 KARANGREJO MANTREN
6 KAWEDANAN TULUNG
7 SIDOREJO SIDOMULYO
8 PARANG SAYUTAN
9 PONCOL GONGGANG
10 PLAOSAN PACALAN
11 SUKOMORO POJOKSARI
12 TAKERAN MADIGONDO
13 KARTOHARJO KARTOHARJO
14 MAOSPATI SUGIHWARAS
15 BARAT KLAGEN
16 LEMBEYAN KEDUNGPANJI
17 NGARIBOYO SELOTINATAH
18 KARAS TEMBORO

(Red/ADV)

 

News Feed