oleh

Kontraktor Pemenang Proyek Miliaran Rupiah Tidak Terdaftar di OSS, legal atau ilegal?

Papan pekerjaan CV Sanjaya jalan Gunungsari Banjarsari Kabupaten Madiun

Beritatrends.com, Kabupaten Madiun – Pembangunan peningkatan jalan Gunungsari Banjarsari di kecamatan/ Kabupaten Madiun yang menelan biaya Miliaran rupiah ternyata bukan hanya menyimpan “kelucuan”, tetapi juga tanda tanya besar. Jika sebelumnya kepala dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Arnowo Widjajadi mengungkapkan kemungkinan adanya “salah ketik” pada baner atau papan proyek terkait tahun anggaran 2018 pada proyek peningkatan jalan Gunungsari – Banjarsari yang yang kontraknya tertulis 11 juli 2019, kini muncul keanehan baru terkait badan usaha CV yang menjadi pelaksana kegiatan tersebut.

Pada baner proyek yang berada di lokasi proyek, tertulis pelaksana adalah CV. Sanjaya dengan konsultan pengawas CV. Surya Unggul Nusa Cons. Pada Laman LPSE Pemkab Madiun, CV. Sanjaya yang ditetapkan menjadi pemenang pada proyek tersebut beralamatkan di desa Grobogan RT 22, RW 10 kecamatan Jiwan, Madiun.

Keanehan muncul saat Jurnalis Berita Trends melakukan investigasi dengan mendatangi Dinas penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Pemkab Madiun di jalan Alon Alon Utara Kota Madiun kamis pagi (25/07/2019). Pasalnya, nama CV. Sanjaya yang beralamatkan di desa Grobogan kecamatan Jiwan Kab Madiun tidak terdaftar di Perizinan usaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Informasi pemenang tender

Menurut Kabid Penanaman Modal DPM PTSP Pemkab Madiun, Agung Budhiarto, nama CV. Sanjaya yang beralamatkan di desa Grobogan memang tidak ada di OSS. “Nama CV. Sanjaya alamat desa Grobogan tidak terdaftar dalam daftar OSS ( Online single submission),” jawab Agung saat dikonfirmasi melalui telepon.

Agung mengaku tidak tahu menahu jika CV. Sanjaya memenangkan proyek Miliaran Rupiah peningkatan jalan Gunungsari – Banjarsari di wilayah Madiun. “Soal lelang dan pemenangnya itu domain LPSE, teman teman media atau siapapun silahkan tanya ke sana. Kalau soal keberadaan CV yang terdaftar, atau badan usaha lain kecil, mikro atau makro itu datanya ada pada kami, dan kami siap menjawab jika ada yang di tanyakan. Termasuk perijinan usaha kami akan jelaskan, tapi kalau soal lelang itu mohon maaf bukan wewenang dan tugas kami,” tegasnya.

Sementara itu beberapa warga desa Grobogan mengaku tidak tahu jika ada badan usaha atas nama CV. Sanjaya di desanya, tepatnya di RT 22 RW 10, seperti yang terpampang di Laman LPSE.
“Mungkin itu fiktif Mas,” ujar seorang warga desa yang meminta namanya tidak disebutkan.

Kepala Bagian pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Madiun, Hari Pitojo belum bisa di konfirmasi terkait masalah CV. Sanjaya yang menjadi Pemenang Proyek peningkatan jalan Gunungsari – Banjarsari seperti yang terpampang di Laman LPSE. Saat redaksi menghubungi melalui telepon tidak diangkat, pesan singkat melalui aplikasi WA juga tidak diangkat.

Jika alamat CV. Sanjaya di Desa Grobogan seperti yang terpampang di laman LPSE dibantah warga setempat, dan keberadaanya tidak muncul di OSS, lantas bagaimana mungkin Badan Usaha tersebut bisa memenangkan pekerjaan jasa Konstruksi bernilai Miliaran rupiah? Legal atau ilegalkah pekerjaan tersebut? (E’Tj)

News Feed