oleh

Rapat Koordinasi Peranan TP PKK Dalam Pencegahan Stunting Melalui 10 Program Pokok PKK

Ketua TP PKK  Kabupaten Ponorogo Hj. Sri Wahyuni saat memimpin Rapat Koordinasi TP PKK Kabupaten dan Kecamatan Kabupaten Ponorogo, Rabu (24/7/2019)

Beritatrends, Ponorogo – Stunting (gizi buruk), saat ini menjadi momok bagi keluarga, betapa tidak beberapa tahun belakangan ini kasus stunting menjadi perhatian serius banyak pihak termasuk Pemerintah dan TP PKK.

Banyak pihak yang ingin terlibat menuntaskan persoalan stunting ini, khususnya Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ponorogo.

Dalam kesempatan Rapat Koordinasi TP PKK Kabupaten dan Kecamatan Kabupaten Ponorogo Tahun 2019 di Gedung Sasana Praja, isu dan persoalan stunting menjadi pokok pembahasan, . Rabu (24/7/2019).

Pemaparan Ketua TP PKK dalam pencegahan stunting melalui 10 program pokok PKK.

Tema yang diambil dalam Rapat Koordinasi kali ini, yakni peranan TP PKK dalam pencegahan stunting melalui 10 program pokok PKK.

“Melalui 10 program pokok TP PKK Kabupaten Ponorogo kita siap tangani menurunkan angka stunting di Indonesia terkhusus di Kabupaten Ponorogo, ini merupakan tugas dan kewajiban kita bersama dalam memperhatikan gizi yang cukup pada anak, sehingga terwujudnya keluarga masyarakat yang sejahtera dan sehat,”ungkap Sri Wahyuni selaku ketua TP PKK Kabupaten Ponorogo.

Dikatakan, kebanyakan orang mungkin tidak memahami istilah stunting. Pengerdilan adalah masalah malnutrisi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dalam waktu yang lama.

“Sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak-anak bahwa tinggi badan anak-anak lebih rendah atau lebih pendek (terhambat) dari standar usia mereka,” jelas Istri Orang nomer satu di Ponorogo itu.

Ditambahkanya, kondisi tubuh anak yang pendek kerap dikatakan sebagai faktor genetik kedua orang tua, sehingga banyak orang hanya menerima tanpa melakukan apa pun untuk mencegahnya.

“Padahal seperti yang kita ketahui, genetika adalah faktor penentu kesehatan yang paling sedikit pengaruhnya bila dibandingkan dengan faktor perilaku, lingkungan (sosial, ekonomi, budaya, politik), dan layanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting adalah masalah yang bisa dicegah,”terangnya.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni saat membuka Rapat Koordinasi TP PKK Kabupaten dan Kecamatan Kabupaten Ponorogo

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni pada wawancaranya mengatakan, PKK adalah  partner utama dalam pembangunan, yang memiliki dampak yang luar biasa di Kabupaten Ponorogo. Karena banyaknya program pemerintah yang mengena ke masyarakat, termasuk stunting, dimana angka stunting sudah cukup bagus mencapai 21 persen, sementara diwilayah lain masih 30 persen. “Bisa mencapai angka tersebut karena peran serta TP PKK, untuk pro,”ungkapnya.

Lanjut Bupati Ponorogo, untuk sementara kita fokus kedepan membenahi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Ponorogo menjadi pekerjaan rumah, pasalnya masih ada 20.000 rumah di Ponorogo yang masuk RTLH.

“Pemerintah Kabupaten Ponorogo Tahun 2020 merencanakan membangun RTLH minimal 2.000 rumah, ini masih digodog, TP PKK harus mengambil peran,”pinta Bupati Ipong.

Hal ini bertujuan selain Kabupaten Layak Sehat (KLS), disamping itu juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semua harus bersinergi untuk Ponorogo bebas RTLH, bebas ODF, dan Layak Anak,” pungkasnya. ( AN)

News Feed