oleh

Nilai Penawar terendah kalah oleh penawar lain yang tak munculkan harga

screenshot dari laman lpse

BeritaTrends.Com, Madiun Kabupaten – Kinerja dan profesionalitas Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kab Madiun dipertanyakan. Setelah menjadi sorotan karena melakukan Reverse Auction, kini hasil dari Reverse Auction itu sendiri memunculkan beragam kebingungan.

Manurut mantan aktivis anti korupsi Dimyati Dahlan, ada perbedaan mencolok hasil yang muncul di Reverse Auction dengan pemenang lelang. “teman teman media, dan publik silahkan ikut mengawasi dengan membuka link LPSE Kab Madiun di lpse.madiunkab.go.id agar bisa melihat langsung sekaligus belajar proses pengadaan barang dan jasa.,” ucapnya sambil membuka satu persatu halaman website di monitor Laptopnya.

Pria yang kini tinggal di desa Tiron Kec Madiun itu kemudian menunjukan ke awak media hasil lelang pekerjaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kelurahan Pandean dan Wungu yang dalam sepekan terakhir ramai diperbincangkan banyak pihak. “Jika sebelumnya kami menyoroti persoalan Reverse Auction nya, kali ini justru hasil Reverse Auction yang menimbulkan kontroversi. Mengapa? Karena penawaran terendah yang muncul dari hasil Reverse Auction di kalahkan oleh penawaran lain yang tidak muncul di layar LPSE Pemkab Madiun. Artinya yang menjadi pemenang lelang justru yang Penawarannya tidak muncul meski harganya lebih rendah, ” tegas Dimyati sambil menunjuk ke arah monitor Laptopnya.

Para Jurnalis kemudian melihat ke layar komputer. Hasil Reverse Auction selesai, penawaran terendah sampai rabu pagi (10/07/2019) untuk RTH Wungu dan Pandean adalah sebagai berikut:

Meskipun penawaran terendah muncul seperti itu, namun pemenang lelang paket pekerjaan jasa konstruksi di dua RTH tersebut di atas adalah penawar lain, yang nilai harga terendahnya tidak muncul di Reverse Auction, dan hanya muncul di bagian pengumuman pemenang lelang, seperti screen shoot di bawah ini:

“Hal itulah yang menurut saya kontradiksi, dan bisa bermasalah menjadi obyek hukum di kemudian hari,” Ujar Dimyati sambil kembali menunjuk ke layar monitor Laptopnya.

Redaksi Berita Trends berusaha meminta konfirmasi ke Kabag pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Madiun, Hari Pitojo. Pesan singkat kami kembali tidak berbalas, dan saat di telepon tidak diangkat.

Sementara itu, Agus Kuntadi, Direktur CV. Graha Kusuma yg penawaranya terendah muncul di Laman LPSE Pemkab Madiun untuk pembangunan RTH Kelurahan Wungu dan Pandean, berkomentar datar. Pihaknya mengaku pasrah karena menganggap pekerjaan itu belum rejekinya. ” Gak apa apa Mas, gak kecewa juga. Biasa hal semacam ini kalah menang dalam berebut penawaran barang dan jasa. Saya juga ndak Su’udhon terhadap siapapun, mungkin itu yang terbaik hasilnya,” jawab Agus melalui sambungan telepon saat di mintai tanggapan terhadap hasil lelang RTH Wungu dan Pandean yang di IKUTI CV. Graha Kusuma miliknya. (E’Tj. Tim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed