oleh

Proyek Rehabilitasi Beberapa Ruang SMKN 1 Toraja Utara di Duga Bodong

SMKN 1 Toraja Utara yang diduga bodong dan terkesan asal jadi

Beritatrends.Com, Toraja Utara –  Dalam rangka meningkatkan dunia Pendidikan, Pemerintah Pusat menurunkan bantuan melalui berbagai program dengan menggelontorkan dana untuk mendukung Rehabilitasi/Revitalisasi sarana dan prasarana demi tercapainya keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar siswa didik yang ada di setiap daerah.

Namun sangat disayangkan hingga sampai saat ini masih banyak para oknum yang tidak bertanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh Pemerintah melalui Dinas Pendidikan (DISDIK) Sulsel Seperti halnya yang terjadi di SMK Negeri 1 Toraja Utara Sulawesi Selatan. Yang mana mendapatkan bantuan dari Pemerintah untuk Rehabilitasi/Revitalisasi Beberapa gedung namun diduga tidak sesuai juklak juknis yang sudah ditetapkan.

Ketua DPD Lembaga Pemberantas Korupsi (LPK) Sulselbar Hasan Anwar Nss mengatakan bahwa, setiap proyek tanpa papan nama informasi proyek merupakan sebuah pelanggaran, karena tidak sesuai dengan amanat Undang – Undang dan Peraturan lainnya.

Peraturan yang dimaksud yakni Undang – Undang (UU) nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 70 tahun 2012 tentang Perubahan Kedua atas Perpres nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Mengenai masih adanya proyek yang dikerjakan tanpa papan nama proyek di SMKN 1 Toraja Utara dikerjakan oleh pihak sekolah telah melanggar kedua peraturan dimaksud. Ya, melanggar UU dan Perpres.” ujarnya

Kondisi SMKN 1 Toraja Utara yang diduga bodong dan terkesan asal jadi

Sangat di Sayangkan apa yang terjadi di SMKN 1 Toraja Utara, Proyek Revitalisasi yang tengah dikerjakan dan bersumber dari dana bantuan APBN 2019 sebesar Rp.1.9 Milyar ini dikerjakan tanpa papan informasi proyek.

Kepala SMKN 1 Toraja Utara Amin Fathoni S.Pd. M.Pd ketika di komfirmasi langsung persoalan itu, mengakui belum buat papan informasi itu serta kurang maksimalnya penggunaan matreal pembesian.

“Akan bentuk tim untuk melakukan pengawasan independen terkait kwalitas dan kwantitas Rehabilitasi/revitalisasi tersebut dan Akan melaporkan ke ranah hukum.” Ujarnya

Dari pantauan Beritatrends.com Diduga kuat SMKN 1 Toraja Utara lepas dari pengawasan pihak terkait, sehingga hasil pekerjaan kurang maksimal seperti salah satu rehabilitasi ruang kantor beserta ruangan guru terkesan asal jadi.

Hal itu dinilai dari hasil pekerjaan yang di duga tidak maksimal seperti pemakaian tiang utama Besi behel 6 dan seharusnya besi 8 sigma serta pemakaian Besi behel pagar 6 seharusnya besi 8 sigma.

Di duga tidak sesuai dengan RAB mengenai ukuran yang telah di tentukan, jelas hal seperti itu adalah suatu upaya untuk meminimalkan pekerjaan di duga ingin meraup keuntungan lebih besar. (HA)

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed