oleh

Magetan Evaluasi Ancaman Puso Akibat Kekeringan

Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPH-PKP) dan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Magetan bersama dinas terkait adakan rapat terkait isu puso yang terjadi di Kabupaten Magetan, Selasa (11/6/2019) di Ruang Ki Mageti

Beritatrends.com, Magetan – Sekitar 22.500 Hektar lahan Pertanian dikabupaten Magetan, 167 Hektar diantaranya mengalami puso atau gagal panen.

Pemerintah kabupaten Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPH-PKP) dan Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Magetan melakukan evaluasi atas musibah yang menimpa para petani di Kabupaten Magetan tersebut, Selasa (11/6/2019).

Eddy Suseno kepala Dinas TPH-PKP Kabupaten Magetan mengatakan terdapat 143 Hektar lahan mengalami kekeringan ringan, 151 Hektar mengalami kekeringan berat dan 167 Hektar sudah puso.

Menurut Eddy kekeringan dan puso yang terjadi di Magetan disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah karena telah memasuki awal musim kemarau 2019.

“Awal tanam masih ada hujan, tiba tiba di pertengahan tidak ada hujan, yang menyebabkan terjadi kekeringan,” Kata Eddy Suseno,”dan itu tidak hanya terjadi di kabupaten Magetan saja,” Imbuhnya saat dikonfirmasi usai rapat di Ki Mageti, Pemkab Magetan, Selasa (11/6/2019).

“Yang ke dua di bagian Magetan Selatan, ada kerusakan pintu air di Waduk Gonggang, Kecamatan Poncol, yang menyebabkan beberapa lahan pertanian tidak terlayani air,” Jelasnya.

Eddy juga mengatakan sebelum awal tanam Dinas Pertanian telah mensosialisasikan program asuransi pertanian kepada para petani, untuk penanggulangan terjadinya gagal panen yang berpotensi merugikan.

“Ada sekitar 5 Ribu Hektar lebih telah masuk asuransi, yang belum terdaftar tidak bisa mendapatkan asuransi,” Pungkas kepala Dinas TPH-PKP Kabupaten Magetan.

Perlu respon cepat dari Pemerintah dan petani untuk antisipasi kekurangan air dan gagal panen (puso) yang terjadi agar tidak terulang lagi. Karena Kabupaten Magetan merupakan salah satu Lumbung padi di Jawa Timur maupun di Nasional.

Yuli K Iswahyudi ST, Kepala Bidang SDA Dinas PUPR Kabupaten Magetan megatakan,”Sudah kita koordinasi dengan Bupati Magetan, akan menambah jumplah Sumur Air Tanah Dalam pada daerah yang tidak ada sumber airnya,” Terang ia.

“Kita akan manfaatkan juga penampungan air (embung) yang berfungsi sebagai penampung air saat hujan. Embung dapat menjadi penyedia air pada saat musim kemarau tiba,” jelasnya.

Yuli juga menyebutkan sekitar 3,5 Milyar pada tahun 2018 telah digelontorkan pemkab untuk Pengadaan dan Rehabilitasi saluran air.

“Pemerintah harus mengelola sumber daya air, agar bisa dikelola bersama petani dan masyarakat adat, agar bisa lebih cepat mengantisipasi perubahan iklim dan kekeringan seperti beberapa tahun belakangan,” tutupnya. (Gal)

News Feed