oleh

Kopri PB PMII Bicara Tentang Perempuan (The Power of Emak Emak)

Saat Pelaksanaan kegiatan diskusi publik tentang pengaruh Perempuan yang bertempat di Auditorium PBNU

Beritatrends.com, Jakarta – Maraknya sebutan The Power Of Emak – Emak pada pesta demokrasi tahun ini dan fanatisme kelompok yang di bungkus dalam dokrin tertentu yang memicu munculnya bibit – bibit radikalisme.

Kopri PB PMII merespon hal tersebut dengan mengadakan kegiatan diskusi publik tentang pengaruh Perempuan dalam hal ini kelompok Emak – Emak  yang bertempat di Auditorium PBNU pada senin (27/05).

Diskusi ini mengangkat tema Radikalisme agama dan geliat Emak – emak dalam kampanye politik, Dokrin agama, Propaganda politik atau uang.

Dengan mengahadirkan narasumber Kepala Biro Perempuan dan Anak PGI, Repalita Tambunan, S.Si., M.Sc, CIPM, tokoh akademisi Universitas Indonesia, Dr Margaretha Hanita, S.H.,M.Si dan Sekum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah, S.S.,M.Si.

Ketua Pelaksana Diskusi publik khoiriyah dalam sambutannya Mengatakan Fenomena yang sangat aktual saat ini yaitu mobilisasi emak – emak dalam upaya meningkatkan perolehan suara kandidat calon kepala negara.

Kondisi tersebut menujukkan posisi emak – emak tidak lebih dari sekedar komoditas politik.

Dokrin dan rasa fanatisme yang terbangun di golongan Emak – Emak ini juga memicu tumbuhnya bibit radikalisme karna rasa loyalitas terbangun.

Terbangunnya kesadaran kolektif Perempuan dari berbagai unsur terkait pentingnya menyatukan pendapat tentang ancaman radikalisme yang terjadi di Indonesia.

Yang saat ini mulai dibingkai dalam dokrin agama dan fanatisme kelompok dengan militansi yang kuat menjadi salah harapan dari terlaksannya kegiatan ini.

Pada saat diskusi tokoh akademisi Universitas Indonesia Dr. Margaretha Hanita, S.H.,M.Si menuturkan, bahwa perempuan mempunyai dua sisi, perempuan menjadi peran strategis dan potensial untuk menjaga perdamaian dan toleransi.

Disisi lain perempuan juga mampu menjadi pelaku kejahatan dengan kekuatan yang besar.

Margaretha juga berpesan untuk berhati terhadap perempuan (tidak meremehkan kaum perempuan).

Diskusi ini di hadiri oleh perwakilan dari beberapa Organisasi Kepemudaan seperti Immawati, Kammi dan HMI. Selain itu juga hadir Mahasiswa dari kampus IPRIJA, UNUSI Jakarta, YAI, Paramadina, UBK, UNIJA dan UI.  (Cik Han)

Loading...

News Feed