oleh

Pengembangan Selingkar Wilis Munculkan Kawasan Ekonomi Baru di Madiun

Kepala Bappeda Kabupaten Madiun, Ir Edi Bintarjo, M

Beritatrends.com, Madiun – Pengembangan selingkar wilis di Kabupaten Madiun akan memunculkan kawasan ekonomi baru yang mampu memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Pasalnya di selingkar wilis yang membentang di beberapa wilayah Kabupaten Madiun memiliki potensi pengembangan ekonomi bidang perkebunan, pariwisata hingga kuliner.

“Pengembangan potensi selingkar wilis akan memberikan keuntungan bagi Kabupaten Madiun dari aspek perkebunan, pariwisata dan lalu lintas karena menghubungkan ke wilayah Tulung Agung, Trenggalek hingga Kediri.” Kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Madiun, Ir. Edi Bintardjo, MM.

Edi mengatakan konsep pengembangan selingkar wilis yang dicetuskan Bupati Trenggalek, Emil Dardak yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur akan banyak membantu pertumbuhan ekonomi warga yang berada disekitar Gunung Wilis.

Apalagi saat ini kebijakan pembangunan harus berkonsep kawasan.

“Kami ingin menjadikan selingkar wilis menjadi tempat pertumbuhan, Kalau menjadi tempat pertumbuhan maka anggarannya akan besar, Apalagi konsep pembangunan harus berkonsep kawasan,  Aneka ragam budayanya, potensi alam hingga kulinernya,” kata Edi.

Menurut Edi, konsep pengembangan kawasan saling mengisi bukan persaingan, Semisal Madiun duriannya, selanjutnya Kabupaten lain bisa unggulan lainnya.

Dengan demikian, konsep wisata bisa satu alur, Tak hanya itu, koneksitas antar kabupaten terhubung dengan jalan lain.

Edi mengatakan Rancangan Tata Ruang dan Wilayah Kabupaten Madiun  tahun 2009-2029 menyebutkan  selingkar Wilis berada di wilayah pengembangan tiga dan empat dari Dolopo, Dagangan, Wungu, Kare dan Gemarang.  Di empat wilayah itu cocok dikembangkan wisata alam seperti nongko ijo, watu rumpuk, gligi.

“Dari RTRW itu sudah memiliki perda no 14 tahun 2017 tentang rencana induk pengembangan pariwisata kabupaten Madiun. Didalamnya membagi tiga kawasan,yakni kawasan strategis pengembangan wisata lereng wilis, lereng panda dan kawasan pengembangan wisata kota caruban raya (caruban-balerejo-nglames dan wisata berupa wisata kratif),” kata Edi.

Edi mengatakan pengembangan wisata lereng wilis diarahkan untuk pengembangan agro wisata dan wisata sejarah.

Konsepnya pengembangan selingkar wilis dilihat dari rencana induk kepariwisataan dikembangkan sebagai kawasan agrowisata dan wisata sejarah dilihat dari tata ruang.

“Sesuai RPJMD pengembangan Selingkar Wilis untuk pengembangan holtikultura berupa buah-buahan, kemudian perkebunan seperti kopi dan coklat dan wisata,” kata Edi.

Ia menambahkan untuk mendukung pengembangan selingkar Wilis harus didukung infrastruktur yang memadai.

Teknisnya  diarahkan untuk mengembangkan sistem jaringan atau jalur-jalur transportasi yang menghubungkan antara jalan nasional dan jalur selingkar wilis seperti Saradan ke Gemarang, Blabakan –Batok, Wungu ke Kare hingga ke Dolopo.

Atasi Ketimpangan Wilayah Sementara itu Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi mengatakan pengembangan pembangunan di selingkar wilis akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dengan berkurangnya ketimpangan antar wilayah.

Dengan seperti itu maka otomatis akan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat di kawasan selingkar wilis.

Kabid Infrastruktur dan Pengemmbangan Wilayah Bappeda Kabupaten Madiun, Dedy Suryadi

Kondisi itu berpengarah pada kemampuan daya beli yang meningkat.

Kalau daya beli masyarakat setempat meningkat maka pembangunan di wilayah itu akan berkembang dan meningkat,” jelas Dedy.

Menurut Dedy, 50 persen kawasan di selingkar wilis itu berupa hutan dimana wilayah yang berpotensi di pengembangan utamanya ada di wilayah hutan.

Untuk itu pemkab dan perhutani dengan divre regionial Jatim dengan Bupati sudah ada membuat kesepakatan.

Untuk implementasinya didalam jaringan transporatasi dan wisata pemerintah kerjasama dengan KPH Lawu DS, KPH Madiun, Saradan.

Bagaimana warga di selingkar wilis,  Dedy mengungkapkan respon warga sangat bagus. Hal itu  terbukti terbentuk pokdarwis didaerah yang dilakui selingkar wilis.

Keberadaan pokdarwis bentuk kesadaran pengembangan pariwisata.
Menyoal pengelolaan selingkar wilis, Dedy menjelaskan Madiun sementara ini lebih mendorong msyarakat menjadi tuan di daerah sendiri.

Kalau sudah berkembang dan kuat maka bisa menggandeng pihak ketiga untuk pengembangannya.

Lingkar wilis, rata-rata warganya bekerja sebagai petani dan ikut orang. Dan umumnya bekerja di kebun dan lahan sendiri dan diluar.

Dengan adanya wisata yang berkembang seperti ini, sekarang banyak anak muda yang berkiprah di dunia pariwisata.

Untuk memaksimalkan pengembangan selingkar wilis, Pemprop Jatim mengusulkan selingkar wilis saat ini masuk kawasan strategis nasional seperti trowulan, wijen, bromo.

Harapannya, pembangunan pengembangan diselingkar wilis dapat dbiayai APBN.

“Kalau tidak masuk kawasan strategis nasional setidaknya bisa masuk pengembangn wisata nasional atau kawasan startegis pariwisata propinsi. Dan saat ini Pemkab Madiun sudah menetapkan kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten lereng wilis,” Terang Dedy. (Alawi)

News Feed