oleh

Tidak Perlu ke Surabaya, Bayi Arini Bisa Kontrol di Madiun

Beritatrends.com, Magetan – Arini Dyah Mulyani, bayi berusia 5 bulan asal Magetan baru saja menjalani operasi pertama untuk memulihkan kondisi sumbing parah yang dideritanya di Rumah Sakit (RS) Premier Surabaya, Selasa (14/5). Diperkirakan bayi Arini masih butuh 2 kali operasi lagi.

Orangtua bayi, Mardani (31) dan Fatimah Suyanti (21) warga Desa Gulun, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur saat ini masih berada dirumah singgah yang tidak jauh dari RS, karena pada Rabu (22/5) nanti harus mengantar sang bayi Arini untuk kontrol pasca operasi, selanjutnya pulang dan harus melakukan kontrol ke RS Primier Surabaya setiap bulannya

Hal tersebut tidak senada dengan kondisi ekonomi dari keluarga Arini. Mardani yang merupakan ayah Arini hanyalah sebagai buruh kasar yang tidak memungkinkan untuk membiayai akomodasi berobat jalan dari Maospati ke Surabaya.

“Dibutuhkan biaya sewa mobil, bensin, tol dan untuk hidup di surabaya tidak kurang dari satu juta,” ungkap Mardani.

Sebenarnya Seluruh biaya pengobatan sampai nanti operasi rekonstruksi wajah saat sudah dewasa di tanggung sepenuhnya oleh yayasan Citra Surabaya yang merupakan mitra dari Kick Andy Foundation dari media grup. Namun pihak keluarga kesulitan untuk biaya kontrol.

Pihaknya keluarga berharap kontrol atau berobat jalannya bisa dilakukan di wilayah karesidenan Madiun untuk menghemat biaya tranportasi dan biaya hidup.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Magetan, Dr. Catur Widayat SpB yang juga merupakan dokter spesialis bedah menggambarkan bahwa bibir sumbing parah bayi Arini merupakan cacat bawaan lahir yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang disebut palato gnato skisis.”meliputi bibir, langit langit mulut dan tenggorokan, rentetannya banyak sekali maka dari itu perlu penangan yang serius,” terang Dr Catur, Senin (20/5).

“Operasinya minimal 3 kali, bibirnya, palatumnya atau langit-langitnya, baru tenggorokannya yang terakhir,” ujar dia.

Dr.Catur mengaku telah berbicara dengan dokter ahli bedah plastik yang ada di Madiun, disana siap untuk membantu berobat jalan bayi Arini.

“Tadi saya sempat bicara oleh dokter ahli bedah plastik yang baru di buka di madiun, mereka siap untuk membantu kontrolnya dan untuk oprasinya biar dilanjutkan oleh dokter yang mengani yang pertama,” kata Dr Catur.

Sebelumnya, kondisi Arini yang mengalami sumbing parah membuat prihatin warga Magetan karena orang tua Arini yang hanya bekerja serabutan kesulitan membiayai pengobatan anaknya.

Bayi Arini saat ini kondisinya sudah stabil dan apabila luka pasca oprasi sudah kering dalam minggu depan sudah bisa pulang, operasi ke 2 bakal dilakukan setelah usianya sudah 12 bulan, sambil menunggu tiap bulan harus berobat jalan (kontrol) ke Surabaya.  (Gal)

Loading...

News Feed