oleh

BPN Serahkan 1.828 Sertifikat PTSL Gratis Untuk Warga Magetan

Wakil Bupati Magetan, Hj Nanik Endang R menyerahkan sertifikat PTSL kepada warga di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan, Magetan, Jatim, Senin (14/5).

Beritatrends.com, Magetan – Wakil Bupati Magetan, Hj Nanik Endang R bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyerahkan sertifikat program tanah sistematis lengkap (PTSL) kepada masyarakat di Desa Kediren, kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Selasa (14/5/2019) di Aula Balai Desa Kediren.

BPN bakal membagikan 1.828 Setifikat PTSL lainya di wilayah kabupaten Magetan, diantaranya di Desa Kediren, Kecamatan Lembeyan sebanyak 500 Sertifikat. Di Desa Ndukoh, Kecamatan Lembeyan sebanyak 828 pada Rabu (15/5).

Dan di Desa Kiringan, Kecamatan Takeran pada Kamis (16/5) sebanyak 500 sertifikat.

menggelar pembagian sertifikat tanah untuk  masyarakat di Desa kediren. Dalam acara tersebut, sejumlah warga yang memiliki aset tanah dan bangunan dipersilakan untuk mengurus Sertifikat Hak Milik (SHM) secara gratis.

Program Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Program Nasional Agraria (Prona) merupakan program prima unggulan Kantah (Kantor Pertanahan) Kabupaten Magetan Tahun 2018.

Kegiatan penyerahan sertifikat secara gratis di Aula Balai Desa Kediren dihadiri, Wakil Bupati Magetan, Hj Nanik endang R, Danramil  Kapten inf Drs EC Puguh P  Kapolsek Akp suyatni SH  , Camat  Syaiful yani S,sos Msi , Wakil  Kepala BPN Magetan Joko Pramono SH dan perangkat desa kediren, serta masyarakat Desa Kediren yangg berhak menerima Sertifikat sebayak 500 orang.

Joko Pramono, SH, Wakil Kepala BPN Kabupaten Magetan menjelaskan bahwa Program Prona ini biayanya ditanggung pemerintah pusat sehingga tidak ada biaya di BPN, dan diberikan secara gratis kepada masyarakat.

“Namun untuk tahap pra-permohonan diperlukan biaya pada tingkat Kelurahan dan Desa berupa biaya meterai dan biaya patok. Selain itu juga dikenakan biaya perolehan hak atas tanah bangunan (BPHTB) yang merupakan kewenangan pemerintah daerah,” jelas Joko.

Sertifikasi tanah melalui program Prona merupakan salah satu program strategis BPN yang dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia.

Ditambahkan Joko Pramono SH, bahwa selama ini tidak ada kendala berarti dalam penyelesaian administrasi untuk program sertifikat PRONA. Hanya saja, masyarakat terkadang enggan untuk melengkapi persyaratan-persyaratan administrasi yang dibutuhkan oleh pihak BPN.”Jadi tak jarang pula petugas dari BPN bolak-balik ke Desa untuk melengkapi persyaratan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Magetan, Hj Nanik Endang R, menyampaikan terima kasih kepada BPN Magetan atas terealisasinya pelaksanaan program sertifikat Prona dan program sertifikat prona dapat terlaksana dengan lancar.

Wakil Bupati Nanik menyampaikan bahwa sertifikat merupakan bukti kepemilikan tanah yang tertinggi. Dengan adanya sertifikat tersebut menjadi bukti sah atas kepemilikan tanah.

Bunda Nanik berharap agar sertifikat tersebut dapat disimpan dengan baik atau dipergunakan secara bijak untuk hal yang produktif. “Sertipikat ini bukan seperti KTP yang jika pemilik meninggal KTP juga ikut nonaktif, tapi sertipikat tidak sama karena berlaku sampi kiamat. Maka oleh sebab itu warga diminta untuk merawat dan menyimpan dengan baik” tutup Wabub Magetan. (Gal)

News Feed