oleh

9 PARTAI LOLOS KE SENAYAN, 7 PARTAI TERKUBUR.

Gambar 16 Partai peserta pemilu 2019

Beritatrends, Bogor – Dari sembilanp itu yang lolos, diantaranya PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, Nasdem, PKS, Demokrat, PAN dan PPP. Partai lama yang gugur di medan tempur PEMILU 2019. PBB, PKPI dan Hanura.

Yusril Ihza Mahendra (YIM) dan Wiranto, para pengamat mengatakan sama sama tokoh Oportunis yang harus menelan pil pahit. Nama besar kedua tokoh tersebut tak mampu mendongkrak perolehan suara partai. Jajaran pengurus Partai berlambang Bulan-Bintang itu “Sesumbar” dengan tidur saja PBB sudah dapat suara 2%, apalagi jika kami bangkit ‘ tentu 4% akan terlewati. Hingga Sabtu 20 April 2019 pk:01.00 PBB cukup puas di posisi 0.74% kurang dari satu persen.

Begitu juga dua Jenderal pendiri Partai, Wiranto (Hanura) dan Sutiyoso (PKPI) harus mengikuti jejak PBB. Karena Hatinurani Rakyat memberikan suara hanya 1.38% tak sampai dua persen. Sementara PKPI lebih sengsara lagi, hingga hari Minggu 21 April 2019 rakyat hanya menitipkan suaranya 0.24 % kurang dari setengah persen, dari hitung sementara yang dilansir dari berbagi media cetak.

Partai anyar yang antusias menggusur Perda Syari’ah dan tolak poligami, adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memang harus “dikubur” Grace Natalie nafsunya sampai “Ke Ubun-ubun” ingin menggusur Perda Syari’ah hanya meraih suara 1.191% juga kurang dari dua persen ..
…Udah…udah….udah..

Tiga partai “New Comer” Garuda, Berkarya dan Perindo, terpaksa menyusul Grace Natalie. Perindo yang dianggap partai masadepan ungkap Arya Sinulingga menjadi partai masa suram. Perindo hanya mampu mengantongi suara 2.72% kurang dari tiga persen, Berkarya 2.16% dan Garuda 0.5 %.

Partai yang nasibnya “di ujung tanduk” PPP, setelah ditinggal Romahurmudzy (Romy) ke hotel Prodeo PPP mendapatkan suara sementara 4.98% .

Ternyata rakyat tidak ramah bagi partai baru maupun lama yang tidak pro rakyat, pemilu 2019 memang sangat “Ganas” rakyat sudah mempersiapkan “Kuburan-kuburan” bagi mereka……Inna lillahi wa innailaihi roji’un. Gunungsindur, April 2019.(Eddy Suhendra).

News Feed