oleh

Potret Kehidupan Kades Bojong Juruh Mewah, Namun Kondisi Kampung Pasir Awi di Desanya Memprehatinkan

Inilah  mobil mewah Sukma Jaya Kepala Desa Bojong Juruh, Kecamatan Banjar Sari, Kabupaten Lebak  – Banten, selalu nongkrong disaat sang kades nyantai bermain catur dipangkalan ojeg depan pintu masuk PTPN VIII leuwi Ipuh Banjar Sari Kabupaten Lebak, Kamis (25/4/2019).

Beritatrends,  Lebak – Saat tim ekpedisi Beritatrends sambangi Kampung Pasir Awi di Rt 009 Rw 003 berjumlah kepala keluarganya hanya 8 KK, menghuni kampung tersebut bersebelahan atau berbatasan dengan area perkebunan PTPN VIII seluas 121 ha dalam HGU.

Jalan menuju kampung tersebut sepanjang 700 m2 dan lebar jalan 3 m2 masih sangat memprihatinkan dan tidak sepadan dengan kemewahan sang kepala desanya.

Menurut ketua Rt setempat, Ita mengatakan, bahwa dirinya selalu mengusulkan setiap tahunnya pada musrenbangdes, namun acapkali usulannya tak kunjung direalisasikan hingga masa kepemimpinan Kepala Desa Bojong Juruh tersebut hampir purna bhakti.

“Dua tahun kedepan tak ada tanda tanda untuk ditindak lanjuti bahkan ada oknum kasi ekbang kecamatan tersebut berinisial U selalu mengatakan bahwa wilayah ibu Rt kan hanya 8 kepala keluarga jadi usulan itu tidak skala prioritas,”jelas Ita.

Sukma Jaya saat di satroni awak media sedang asik bermain catur dipangkalan.

Kemudian tim media melanjutkan perjalannan  ke kantor Kecamatan Banjar Sari dimana dikantorpun sedang ada rekapitulasi pemilu serentak tahun 2019, tak berapa lama kamipun dapat berjumpa dengan Plt Camat Sardi S.sos ,Msi , Sekmat dan plt Camat Banjar Sari membenarkan pihaknya beserta Kapolsek pernah kunjungi wilayah tersebut dan nyata betapa sangat mirisnya bila musim hujan jalan yang terjal akan licin bila dilalui oleh masyarakat setempat.

“Pihaknya juga membantah kalau hanya 8 kk menjadi satu kendala atau alasan tidak direalisasikannya jalan tersebut untuk dibangun, jalan ini adalah jalan desa yang selalu dilalui anak anak yang hendak berangkat kesekolah dan memang sesuai juknis Dana desa digunakan untuk pembangunan jalan lingkungan 70%dengan padat karya,”ucapnya.

Sementara itu tokoh wanita bunda Yani yang juga keluarga besar alm. Jendral Oemar Dhani dari Jakarta menekankan pihaknya akan berkirim surat kepada Presiden RI terkait usulan masyarakat setempat yang ingin wilayahnya dapat berkembang.

“Saya sampai menitikkan airmata melihat kenyataan tertinggal dan keterbelakangannya masyarakat dan wilayah tersebut bahkan program apapun yang di canangkan pemerintah pusat tak ada sama sekali masyarakat dikampung tersebut yang mendapatkan sentuhan seperti misalnya PKH, BPNT, RLTH padahal ini jelas jelas mereka sangat membutuhkan,”ucap Yani.

Bila Pemda Lebak dan Pemprov Banten melakukan pembiaran maka jelas jelas mereka melanggar rasa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagaimana sila kelima dari Pancasila. “Bahwa Sukma Jaya Kades Bojong Juruh sangat tidak cerdas dan cakap dalam melayani masyarakatnya,”pungkas Yani. (FR)

News Feed