oleh

Satlantas Polres Ponorogo Bersama Instansi Terkait Survei Jalur Penghubung Yang Retak Dan Amblas

Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Bambang Prakoso bersama instansi terkait saat survei di Desa Wates Slahung

Beritatrends.com, Ponorogo –  Kondisi jalan penghubung Ponorogo-Pacitan dan Ponorogo-Trenggalek yang retak, amblas serta bergelombang, membuat petugas dari Satlantas Polres Ponorogo bersama instansi terkait langsung melakukan survei dengan mendatangi dua lokasi tersebut, Senen (1/4).

Dalam survei tersebut dihadiri oleh Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Bambang Prakoso, SIK, Kabid Dalops Dishub Ponorogo Kristanta, Camat Slahung Imam Rohni, Kaposek Slahung AKP Paidi, Binamarga Provinsi bidang monitoring Sartono, Danramil Slahung Kapten. Inf. Sunarji, BBPJN pengawas lapangan Imam Safei, BBPJN wilayah Trenggalek Deni, BPBD dan Dinas PU Ponorogo.

Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Bambang Prakoso, SIK menyampaikan, pihaknya bersama instansi terkait, melakukan survey jalan nasional dan provinsi yang merupakan jalur penghubung Ponorogo dengan Trenggalek dan Pacitan.

“Lokasi jalan yang amblas dan retak di jalur penghubung Ponorogo-Pacitan pada Km 227.600 tepatnya di Desa Wates Kecamatan Slahung. Kondisinya sangat membahayakan terutama bagi pengemudi yang melintas di jalur tersebut. Sebab tanah terus bergerak turun 2 cm/jam. Panjang retakan kurbih 150 m dan kedalaman amblas antara 10 cm s/d 50 cm. Keretakan dan amblasnya tanah tersebut sangat mengganggu arus lalin sehingga arus lalin harus dilakukan rekayasa dengan sistem buka tutup, “kata Bambang Prakoso.

Bambang Prakoso menambahkan, terjadinya keretakan jalan tersebut disebabkan karena curah hujan yang  cukup tinggi, serta kondisi jalan di sekitar lokasi merupakan tanah bergerak dan sering ambles, sehingga rawan akan terjadinya longsor.

“Perbaikan sudah selama sekitar 1 bulan, namun saat ini jalan ambles lagi. Sedangkan lokasi jalan berlobang dan bergelombang di jalur penghubung Ponorogo-Trenggalek pada Km 296.600 di Desa Pangkal Kecamatan Sawoo. Pada lokasi ini sering terjadi longsor setiap tahun, disebabkan kondisi geografis dengan tebing yang tinggi di sisi kanan dan jurang yang dalam di sisi kirinya, “ujarnya.

Lebih lanjut Kasat Lantas menuturkan, setelah melakukan survei, pihaknya akan segera mengirim surat dan berkoordinasi dengan terkait.

“Selain itu, memasang lampu rotator di lokasi dan pemasangan RPPJ himbauan agar kendaraan berat tidak melintas di jalur tersebut dan memasang lampu rotator di lokasi, “pungkas Kasat Lantas. (sul)

News Feed