oleh

Bupati Madiun Naikkan Insentif PKBD dan Sub PPKBD 100 persen

Bupati Madiun, Ahmad Dawami bersama Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur, ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Ny Penta Ahmad Dawami, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan P erilindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah berfoto bersama dengan ribuan PKBD dan sub PPKBD usai membuka workshop IMP Smart di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis ( ,4 / 3 / 2019)

Beritatrends, Madiun – Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing menaikkan seratus persen insentif Pembina Keluarga Berencana Desa (PKBD) dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) di Kabupaten Madiun. Penaikkan insentif PKBD dan sub PPKBD itu lantaran keduanya menjadi ujung tombak pengendalian penduduk di Kabupaten Madiun.

“PKBD dan Sub PPKBD menjadi ujung tombak dalam rangka pengendalian penduduk. Tetapi diluar pengendalian penduduk ada delapan fungsi keluarga yang melekat menjadi tugas mereka. Melihat tugas dan tanggung jawabnya yang sangat besar itu maka kami ingin juga menargetkan supaya keluarga menjadi lebih baik semua. Maka kita ambil kebijakan menaikkan insentif untuk operasional mereka,” ujar Kaji Mbing usai membuka workshop Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) Smart, di Pendopo Muda Graha, Kamis (14/3/2019).

Bupati Madiun, Ahmad Dawami memberikan sambutan pada acara pembukaan workshop peningkatan peran dan kompetensi IMP di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis ( 14 / 3 / 2019)

Workshop yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Bencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Madiun itu diikuti ribuan peserta dari Pembina Keluarga Berencana Desa (PKBD) dan Sub PPKBD.

Workshop itu dihadiri Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur, ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Madiun, Ny Penta Ahmad Dawami, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perilindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah, serta serluruh petugas PKBD dan Sub PPKBD Kabupaten Madiun.

Kaji Mbing menyebutkan kenaikkan insentif PKBD dari Rp 75 ribu menjadi Rp 150 ribu dan insentif Sub PPKBD naik dari Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu.

Tak hanya kenaikkan insentif, kata Kaji Mbing, para PKBD dan Sub PKBD juga akan mendapatkan tunjangan dari alokasi dana desa sesuai peraturan bupati yang sudah ditetapkan. Hanya saja besaran tunjangan 206 PKBD dan 1.080 sub PPKBD berbeda-beda tergantung bobot permasalahan yang dihadapi di masing-masing desa.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang biasa akrab disapa Kaji Mbing dikerebuti para PKBD dan sub PPKBD meminta swa foto usai mengikuti workshop peningkatan peran dan kompetensi IMP di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis ( 14 / 3 / 2019)

“Pada peraturan bupati sudah kami tuangkan PPKBD dan sub PPKBD bisa dianggarkan dari ADD. Untuk itu kepala desa, PPKBD dan Sub PPKBD bermusyawarah untuk penganggarannya. Dengan,    demikian fungsi PPKBD dan sub PPKBD bisa maksimal,” kata Kaji Mbing.
Kenapa PPKBD dan sub PPKBD diperhatikan, Kaji Mbing mengatakan seluruh visi misi Kabupaten Madiun mewujudkan Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak masuk dalam tugas,nya dua kader KB desa tersebut.

“Tunjukkan peran anda disana. Sesuai visi misi aman, mandiri, sejahtera, dan berakhlak. Untuk itu kader KB harus berperan sukseskan visi dan misi dengan melaksanakan delapan agenda keluarga,” kata Kaji Mbing.

Tak hanya itu, optimalnya kinerja PKBD dan sub PPKBD akan menjadikan keluarga-keluarga di Kabupaten Madiun menjadi kuat.
“Mereka akan bekerja bagaimana menciptakan keluarga yang baik. Jadi suatu negara kuat dan terhormat kalau keluarga-keluarga yang ada didalam satu negara itu juga kuat. Untuk itu perkumpulan para keluarga harus kuat,” jelas Kaji Mbing.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami berfoto bersama dengan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perilindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah usai membuka workshop IMP Smart di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis ( 14 / 3 / 2019)

Kaji Mbing menambahkan dirinya menjadikan PKBD dan sub PPKBD sebagai salah satu ujung tombak agar para keluarga di Kabupaten Madiun dapat menjaga dirinya masing-masing secara ekonomi, sosial dan keagamaan. “Tugas utama mereka mengendalikan pertumbuhan penduduk tapi ujungnya terkait dalam hal kesejahteraan, kemandirian, keamanan dan akhlak,” kata Kaji Mbing.

Kepala BKKBN Provinsi Jawa Timur, Yenrizal Makmur memberikan apresiasi terhadap langkah Bupati Madiun, Ahmad Dawami yang menaikkan insentif PKBD dan sub PPKBD naik seratus persen. Harapannya kenaikkan insentif PKBD dan sub PPKBD dapat memaksimalkan kinerjanya di masyarakat.

Sementara itu Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perilindungan Anak (PPKB PP dan PA) Kabupaten Madiun, Siti Zubaidah mengatakan workshop digelar peningkatan peran dan kompetisi IMP. Tak hanya itu para PKBD dan Sub PPKBD mendapatkan wawasan, pengetahuan dan keterampilan, khususnya tentang kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, pemberdayaan perempuan dan pemberdayaan anak. (ALAWI)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed