oleh

Safari Jum’at Merupakan Pemersatu Bangsa Dan Negara

Babinsa Pelda Khoiri menghadiri undangan mewakili Danramil 0816/09 Krian dalam rangka rapat Safari Jum’at dan Safari Romadhon. Selasa (12/03/2019).

Beritatrends, Sidoarjo – Rapat safari Jum’at dan safari Romadhon bertempat di pendopo Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo bersama para tokoh Agama, tokoh masyarakat, ormas Islam se – Kecmatan Krian, dalam rapat pembicaraan untuk mempersatukan Bangsa dan Negara dalam bingkai NKRI dengan 4 pilar kebangsaan.

Isi 4 Pilar Kebangsaan adalah isi dan makna dari 4 Pilar Kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia : Pilar Pancasila, karena Pancasila merupakan pilar pertama untuk kokohnya negara-bangsa Indonesia. Pemikiran dasar mengapa Pancasila berperan sebagai pilar kehidupan berbangsa dan bernegara adalah sila yang terdapat dalam Pancasila yang menjadi belief system.

Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan agama sehingga dibutuhkan belief system yang dapat mengakomodir keanekaragaman tersebut. Pancasila dianggap sebagai pilar bagi negara Indonesia yang pluralistik. Seperti yang disebutkan pada sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa. Sila ini dapat diterima dan diakui oleh semua agama yang diakui di Indonesia dan menjadi common denominator.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ini merupakan pernyataan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Semua warga negara memiliki harkat dan martabat yang sama.

Dan Pilar UUD1945 adalah merupakan pilar kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Tentu saja masyarakat perlu memahami makna yang terdapat pada pembukaan Undang-Undang Dasar tersebut. Tidak memahami prinsip yang terdapat pada pembukaan UUD 1945 maka tidak mungkin untuk melakukan evaluasi terhadap pasal-pasal yang ada pada batang tubuh UUD yang menjadi derivatnya.

Dan Pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Ada banyak bentuk negara yang ada di dunia ini. Dan para pendiri bangsa Indonesia memilih bentuk Negara Kesatuan, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Para pendiri bangsa kita memilih negara kesatuan sebagai bentuk negara Indonesia melalui berbagai pertimbangan. Alasan utama para pendiri bangsa Indonesia memilih bentuk negara kesatuan adalah karena sejarah strategi pecah belah (devide et impera) yang dilakukan Belanda bisa berhasil karena Indonesia belum bersatu pada masa penjajahan.

Dan Pilar Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia memiliki semboya “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi satu jua”. Semboyan ini pertamakali diungkapkan oleh Mpu Tantular, seorang pujangga dari kerjaan Majapahit pada pemerintahan Raja Hayamwuruk sekitar tahun 1350 – 1389. Ungkap Babinsa Pelda Khoiri anggota Koramil 0816/09.

Kemudian menjelang pileg dan Pilpres tanggal 17 April tahun 2019 nanti diharapkan masyarakat juga agar dapat menjaga keamanan agar tetap kondusif.

Dengan kegiatan safari sholat Jum at dan safari Romadhon yang akan dilaksanakan oleh para tokoh agama, tokoh masyarakat dan Forkopimka Krian, bertujuan untuk memupuk hubungan tali silaturahmi antara TNI Dan Polri Khususnya Koramil 0816/09 Krian bersama warga masyarakat Kecamatan Krian pada umumnya, Sehingga terjalin ikatan yang kuat antara TNI Dan Polri dan rakyat. Ujar Dantamil 0816/09 Kapten Inf Siswanto. (Zeey)

News Feed