oleh

Massa Anarkis Mencoba Masuk Lanud Iswahyudi, Simak Yang Terjadi

Pasukan Huru Hara (PHH) Lanud Iswahjudi menghalau massa anarkis yang akan masuk kedalam Lanud Iswahjudi.

Beritatrends.com, Magetan – Ratusan Massa yang mencoba masuk ke Lapangan Udara Iswahyudi tersebut terjadi dalam simulasi latihan yang dilakukan Lanud Iswahyudi, Senin (01/02).

Untuk antisipasi kemungkinan ancaman yang terjadi di wilayah Madiun-Magetan dan sekitarnya terhadap pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019 mendatang.

Lanud Iswahjudi menyiapkan 563 prajurit untuk latihan simulasi tersebut guna penanggulangan kerusuhan dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres.

Dalam latihan diskenariokan dimana di salah satu TPS ada salah satu anggota KPU yang bertindak tidak fair atau memihak salah satu paslon, sehingga massa tidak puas terhadap anggota KPU tersebut karena memihak salah satu paslon. Merasa terdesak oleh massa yang tidak puas oleh, sehingga oknum anggota KPU menyelamatkan diri masuk ke Lanud Iswahjudi.

Massa mengejar dan melaksanakan orasi digerbang pintu masuk Lanud Iswahjudi yang intinya ingin mengambil oknum tersebut. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan akhirnya pasukan PHH/Kamhanlan mencegah massa untuk tidak memasuki Lanud Iswahjudi, karena sudah anarkis dalam melaksanakan demo, akhirnya oknum KPU diamankan pihak Lanud Iswahjudi, merasa puas akhirnya massa membubarkan diri dengan tertib.

Menurut Kasikamhanlan Lanud Iswahjudi Letkol Pas Wimbo Nugroho, S.Pd., selaku Koordinator Latihan mengatakan tujuan melaksanakan latihan PHH untuk mengantisipasi menjelang Pileg dan Pilpres yang akan dilaksanakan tanggal 17 April 2019. “Jadi melatih pasukan PHH Lanud Iswahjudi untuk mengatasi gejolak massa yang anarkis, sehingga para prajurit nantinya mampu mempersiapkan diri dalam mengantisipasi setiap gangguan dalam Pemilu 2019”, ungkap Letkol Pas Wimbo.

Masih Letkol Pas Wimbo, latihan pengamanan Pemilu 2019 dimulai tanggal 28 Januari dan akan berakhir tanggal 12 Pebruari 2019. “Latihan diikuti oleh 563 prajurit terdiri dari jajaran Lanud Iswahjudi dan Insub, rencana akan ditutup rencana akan ditutup oleh Komandan Wing 3 Lanud Iswahjudi, Kolonel Pnb M. Satriyo Utomo, besuk (12/2) di lapangan Dirgantara”, tambahnya.

Sebelum melaksanakan simulasi penanggulangan kerusuhan ke-563 prajurit mendapat pembekalan dengan materi hak asasi manusia (HAM), komunikasi sosial, hukum humaniter, komunikasi massa, psikologi massa dan netralitas TNI.

Pembekalan dimaksudkan agar peserta dapat mengerti, mengetahui dan memahami tahapan tahapan Pemilu 2019, serta mempersiapkan diri dalam mengantisipasi setiap gangguan dalam Pemilu 2019,  sehingga prajurit tidak ragu dalam bertindak dan tidak dipersalahkan telah melakukan pelanggaran Hukum atau Ham. (Penlanud/Gal/red)

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed