oleh

Peran Holistik Media Bagi Pelayanan Publik

 

Oleh : Drs. Welly Kristanto, MSi. Dirut PDAM Lawu Tirta

Diera digital seperti ini komunikasi public berjalan secara mandiri, masyarakat-perseorangan secara teknis bisa membuat sarana (media) sendiri untuk berkomunikasi terlepas dari ketentuan regulasi yang ada,  sehingga pemerintah tidak lagi harus menyediakan media juga tidak bisa menghambat tumbuhnya media komunikasi public. Karena perangkat (media) ponsel / gadget bisa dimiliki dengan mudah oleh perseorangan, karena itulah revolusi komunikasi public bergerak sangat cepat dan massif disetiap kebutuhan dan komunitas masyarakat.

Bagi institusi pelayanan public seperti PDAM sebuah keniscayaan untuk ikut ber-Revolusi pelayanan public nya dengan digitasi komunikasi, suka maupun terpaksa, dalam kondisi mudah atau sulit, jika tidak segera membuka dan menyesuaikandiri maka dia akan semakin terpojokkan pada sudut yang sempit dan gelap ditengah gemerlapnya opini public yang terbuka tanpa sekat, ruang dan waktu. Maka institusi pelayanan public harus jujur dan transparan, untuk bisa transparan harus ber-integritas dan berkinerja baik dan professional, secara personal maupun secara korporasi. Jika tidak institusi pelayanan public diposisikan inferior oleh opini public yang dilayani, dengan tutur bahasa tanpa batasan standart sesuai kultur karakter core bisnis masyarakat yang dilayaninya. Semakin komplek latar belakang kelompok masyarakat yang dilayani semakin “nano – nano” tutur bahasanya.

Media mampu membangun opini dan psikologis masyarakat dengan sangat holistic, media akan masuk ke public dengan empat penjuru, masuk melalui mata, dengan mata masyarakat bisa membaca dan melihat, terus masuk kepikiran untuk dianalisa dan diperkaya, masuk semakin dalam kedalam alam bawah sadar dan hati, keluar melalui gerakan bibir, tangan dan kaki. Hasil Produknya berupa gerakan bibir – tangan – kaki  mengikuti input yang masuk dan hasil analisa pengayaan didalam pikiran dan hati, semakin dahsyat tutur bahasa yang masuk maka semakin berlipat – lipat kedahsyatan gerakan bibir, tangan dan kakinya sebagai out comenya. Maka pemerintah harus hadir secara on time untuk mengedukasi standarisi dan tutur bahasa dalam media public, jika tidak masyarakat Indonesia yang terkenal santun akan berubah beringas karena kuatnya pengaruh holistic media dalam mengedukasi dan menemani masyarakat.

Institusi pelayanan public juga harus memperkuat kapasitas edukasi komunikasi public nya, jika tidak maka tidak mampu mengedukasi public maka institusi tersebut akan terpojokkan disudut yang gelap, diopinikan sebagai lembaga yang dicurigai berbohong, tidak ber-integritas dan tidak profesional, siap-siap tertekan oleh tekanan masyarakat. Maka seharusnya institusi pelayanan masyarakat harus membikin berita jangan dibikin berita oleh masyakat baik masyarakat yang sebenarnya atau masyarakat nitizen. Untuk itu PDAM Lawu Tirta sedang mempersiapkan tim Respon Cepat Cyber Complain (RCCC) Masyarakat, mengikuti revolusi prilaku komunikasi public masyarakat, dengan harapan bisa berkontribusi dalam edukasi masyarakat dalam rimbanya media komunikasi public.

DIRGAHAYU PERS INDONESIA  TAHUN 2019

Wallohua’lam bishshowab.

Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed