oleh

Tabloid Indonesia Barokah Sudah Tekirim di Seluruh Kecamatan di Kabupaten Madiun

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko menunjukkan paket berisi Tabloid Indonesia Barakoh yang ditunda pengirimannya oleh Posindo Besar Madiun ke salah satu pondok di Kabupaten Madiun, Jumat ( 25/1/2019) siang.

Beritatrends.com, Madiun – PT Pos Indonesia Besar Kota Madiun sudah mendistribusikan sekarung tabloid Indonesia Barokah ke 15 kecamatan di Kabupaten Madiun.

“Barangnya (Tabloid Indonesia Barokah) datang dari Surabaya, Senin ( 21/1/2019). Sehari kemudian kami distribusikan ke 15 kecamatan di Kabupaten Madiun,” kata Wakil Kepala Pos Indonesia Besar Kota Madiun, Abdullah kepada wartawan, Jumat ( 25/1/2019) siang.

Abdullah mengatakan tabloid yang dikirimkan ke 15 kecamatan saat datang dipack didalam karung. Saat karungnya dibuka, didalamnya terdapat dipacking perplastik per kecamatan. “Dan isinya bisa banyak. Masing-masing plastik itu kami distribusikan ke kantor cabang pos di kecamatan,” ungkap Abdullah.

Setelah mendapatkan berita tabloid itu bermasalah, kata Abdullah, Posindo Madiun meminta tabloid yang belum terantar ditunda dulu pengirimannya. Hanya saja ia tidak mengetahui jumlah yang sudah terdistribusi ke alamat penerimanya. “Sambil menunggu keputusan Bawaslu yang belum terantar ditunda dulu,” kata Abdullah.

Abdullah menambahkan paket berisi tabloid itu pengirimnya dari redaksi tabloid Indonesia Barakoh, Pondok Melati, Bekasi.
Cek di Kantor Posindo

Sementara itu Ketua Bawaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko menyatakan pihaknya mendatangi kantor Posindo untuk memastikan ada dan tidaknya paket pengiriman tabloid Indonesia Barokah ke Kota Madiun.

Setelah dilakukan pengecekan, belum ada sama sekali pengiriman tabloid yang dituding memojokan salah pasangan capres-cawapres.

“Kami cek di Kantor Pos Besar Kota Madiun, tabloid itu sudah ada sejak Senin dari Surabaya untuk tiga daerah yakni Kabupaten Madiun, Ngawi dan Magetan. Ternyata tabloid itu tidak terdistribusi ke Kota Madiun,” demikian Kokok.

Kokok mengimbau kepada posindo agar tidak mengirim paketan tabloid itu sambil menunggu petunjuk dari Bawaslu pusat. Apalagi kehadiran tabloid itu membuat polemik di masyarakat. (Alawi)

Loading...

News Feed