oleh

Mahasiswa Gelar Aksi Jahit Mulut dan Mogok Makan selama 4 Hari di Tangerang

Mahasiswa lakukan AksiJahit Mulut dan Mogok Makan di depan posko Perjuangan pembubaran BPJD Untuk Rakyat, Jum’at (25/01/2019).

Beritatrends.com, Tangerang – Forum Aksi Mahasiswa di Tangerang menggelar aksi jahit mulut dan mogok makan. aksi tersebut akan dilakukanya selama tiga hari, jum’ at (25/1) sampai dengan Senin (28/1) mendatang.

Aksi dilakukan di depan posko perjuangan pembubaran BPJS untuk rakyat, Jl. Perintis Kemerdekaan I.

Shandi, Humas Forum Aksi Mahasiswa menjelaskan Aksi Jahit mulut dan mogok makan ini merupakan bentuk perlawanan rakyat guna mendapatkan kesehatan gratis tanpa syarat.

Pihaknya menilai pemerintah Kota Tangerang tidak melayani masyarakat dengan baik khususnya dari faktor kesehatan. Masih banyak masyarakat yang di persulit mendapatkan pelayanan lalu banyak juga masyarakat yang dibeda-bedakan kelas serta di alihkan ke rumah sakit satu ke rumah sakit yang lain karena alasan tidak adanya kamar atau fasilitas kesehatan lainnya.

Menurut Shandi dengan masyarakat Kota Tangerang yang mencapai 2 juta lebih sangat kurang sekali jika jumlah pelayanan Rumah Sakit hanya ada 30 Rumah sakit yang tidak semuanya melayani BPJS.

Jika kita lihat dari data rumah sakit online http://sirs.yankes.kemkes.go.id/rsonline/data_list.php?goto=1 tercatat ada 30 Rumah Sakit yang ada di Kota Tangerang.

Lanjut Shandi,”di ketahui bahwa APBD Kota Tangerang mencapai 4,9 Triliun dan di tahun 2018 kemarin SILPA Kota Tangerang mencapai Rp 892 M, hal ini menandakan bahwa Pemerintah Kota Tangerang tidak serius dalam menangani faktor kesehatan di daerahya,” tegas ia.

Mereka juga mengkritisi pemerintah Kota Tangerang yang hanya memfokuskan pembangunan pada keindahan kota dengan cara membangun banyak taman yang ada di perkotaan.

“Dengan APBD kota tangerang yg begitu besar serta di perkuat dengan adanya silpa kota tangerang yang begitu besar setiap tahunnya seharusnya pemerintah Kota Tangerang dapat membangun rumah sakit serta fasilitas yang lebih memadai agar semua masyarakat tidak kesulitan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak hanya itu pemerintah juga bisa tidak perlu mengintegrasikan program daerah menjadi program pusat ( BPJS), hanya saja pemerintah Kota Tangerang mau atau tidak menyelenggarakan program kesehatan gratis untuk warga Kota Tangerang. Adapun contoh daerah yg tidak mengintegrasikan program kesehatannya menjadi program pusat (BPJS) adalah daerah provinsi Bali dan Gowa SULSEL,” ujar Shandi.

Forum Aksi Mahasiswa sudah membangun posko “Perjuangan pembubaran BPJS untuk Rakyat” yang berada di samping halte Taman gajah tunggal. Saat ini merupakan hari ke-12 dengan berbagai rangkaian aksi mulai dari berorasi, teatrikal, bersosialisasi kepada masyarakat mulai dari menyebar selembaran dan mengajak menandatangani petisi bersama sampai membuat survey online dengan sistem yang kami siapkan.

“Kami juga sudah melakukan konsolidasi dengan beberapa buruh yang kami adakan dalam acara “Diskusi Akbar” satu minggu yang lalu,” ungkap Shandi.

Aksi ini akan dilaksanakan pada:
Hari : Jumat – senin
Tanggal : 25 – 28 Januari 2019
Lokasi : Jl. Perintis Kemerdekaan I (Depan Posko) “Perjuangan Pembubaran BPJS Untuk Rakyat”.

Dengan tuntutan :
1. TOLAK INTEGRASI PROGRAM BPJS
2. BUAT PROGRAM KESEHATAN GRATIS TANPA SYARAT UNTUK MASYARAKAT KOTA TANGERANG
3. BENTUK DEWAN KESEHATAN SEBAGAI CONTROL ANTAR HOLDING DI SEKTOR KESEHATAN. (Red)

Loading...

News Feed