oleh

Kasak – Kusuk Warga Desa Ronowijayan Terkait Tanah Bengkok

Beritatrends.com, Magetan – Kasak kusuk warga terkait pemerintahan desa yang terjadi di Desa Ronowijayan, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan. Di salah satu warung yang berlokasi di Kecamatan Maospati warga membicarakan ke tidak jelasan tanah bengkok dari 4 jabatan perangkat desa yang 4 tahun kosong, Minggu (13 januari 2019).

Ketepatan awak media Beritatrends.com lagi berada di warung tersebut yang awalnya kurang memperhatikan apa yang mereka bincangkan. Setelah salah satu warga Desa Ronowijayan yang enggan disebut namanya mengatakan, kemana uang dari hasil penjualan bengkok 4 (empat) perangkat desa yang kosong selama 4 Tahun kemarin, mulai lah awak media menanggapi hal tersebut.

“Lebih parahnya lagi sudah ada pengisian 4 perangkat desa tersebut pada Desember 2017 lalu, namun sampai sekarang perangkat desa tersebut belum menggarap tanah bengkok yang menjadi haknya,” ucapnya.

Hal yang senada seseorang warga lainnya yang juga enggan disebut namanya, yang mengaku tinggal di Rt 01 Rw 01 Ronowijayan mengatakan, kemarin saya dengar malah bengkok lurah dijual selama 2 tahun. “Padahal bulan April 2019 nanti jabatan Kepala Desa sudah habis,”ujarnya.

Perbincangan mereka semakin hangat ketika menceritakan kronologi tes Perangkat Desa Modin yang sempat kisruh beberapa waktu lalu, mereka mengindikasi ada kecurangan pada pelaksanaan tes tersebut.

“Tapi kami hanya rakyat kecil mas, tidak berani bersuara. “Bisanya cuma rasan – rasan dibelakang seperti ini,” pungkas warga Rt 01 Rw 01 Ronowijayan itu.

Kepala Desa Ronowijayan Sunarto saat diklarifikasi membenarkan apa yang di sampaikan warga tersebut, bengkok 4 perangkat desa di sewakan dan masuk ke kas desa sebesar Rp. 5 juta per tahun dan hasilnya untuk pembangunan kantor desa, karena dana ADD dan DD menurut keterangan Inspektorat tidak boleh untuk membangun Kantor Desa.

“Sedangkan pengangkatan Perangkat Desa memang kami lakukan pada Tahun 2017 dan di lantik Desember 2017, dan sebelumnya untuk perangkat desa yang jadi sudah kami sosialisasikan untuk mendapatkan hak bengkok pada awal 2019 antara bulan Januari / Pebruari karena bengkok tersebut kami sewakan untuk pembiayaan Renovasi Kantor Desa,”jelasnya.

Lanjut Sunarto, perangkat desa yang jadi sudah menyetujui hal tersebut, coba bayangkan sejak tahun 1973 hingga kini baru di renovasi, karena itu semua niat saya untuk membenahi Desa Ronowijaya sebelumnya mungkin panjenengan tahu sendiri termasuk desa termiskin dan baru saat sekarang menjadi desa berkembang.”Nanti bisa datang lagi lihat lansung bagaimana sekarang Desa Ronowijayan,”pungkasnya (Lak/G.Lih)

News Feed