oleh

Puluhan Satpam Outsourcing Pabrik Gula Mengadu ke Disnaker Magetan

Beritatrends.com, Magetan – Perwakilan Satpam outsourcing Pabrik Gula PTPN XI (PG. Redjosari dan PG. Poerwodadi) mendatangi Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten Magetan, pada Senin (7/1/2019).

Mereka meminta solusi atas nasib mereka bersama 61 satpam lainya dari PT. Abhirama Mandiri.

Pasalnya, paska putus dengan PT. Abhirama Mandiri selaku penyedia jasa outsourcing Security sampai dengan saat ini, BPJS Ketenagakerjaan mereka tidak bisa dicairkan.

Hal tersebut dikatakan oleh Wahyu, salah satu perwakilan satpam yang mendatangi Disnakertrans Magetan, Senin (7/1) pagi,”tidak bisa dicairkan dari PT yang dulu,” keluhnya.

Wahyu juga mengatakan kejadian serupa tidak hanya dialami satpam dari di PG. Magetan saja, namun juga terjadi di PG. Pagotan Madiun dengan pengelola PT yang sama, yakni PT. Abhirama Mandiri.

Segala upaya juga sudah dilakukan oleh para satpam ini, untuk meminta haknya hingga datang ke kantor BPJS, namun juga tidak membuahkan hasil.,”kita juga sudah lapor ke BPJS tapi tetap tidak cair, maka dari itu kita minta bantuan ke Disnaker Magetan,”imbuhnya.

Sementara itu kepala Disnakertrans kabupaten Magetan, Suyadi melalui Kabid Hubungan Industrial dan Transmingrasi, Singgih Mujoko mengatakan akan segera memanggil pihak PG. Rejosari, PG. Purwodadi dan Pihak outsourcing untuk melakukan klarifikasi.

“Kita akan segera panggil pihak PG. Kita akan tanyakan kewajiban membayar penyedia outsourcing ini sudah diberikan belum, kalau memang sudah kita akan klarifikasi penyedia outsorsingnya,” ungkap singgih.

Singgih menegaskan apabila penyedia outsorsing atau pihak lain ini dengan sengaja melanggar kewajibanya. bisa dijerat dengan undang-undang pidana ketenagakerjaan.

Saat dikonfirmasi ke PG. Redjosari, Gorang-gareng, Kawedanan melalui Kasi SDM nya, Jhoni Alexander, ia membenarkan dan menjelaskan bahwa permasalahan terjadi sewaktu PG melakukan kontrak dengan PT. Abhirama selaku vendor pengelola satpam pada tahun 2017.

“ternyata diketahui (menjelang kontrak berakhir) sudah hilang, sehingga iuran yang dibayar PG ke vendor ternyata tidak disetor ke BPJS,” ungkapnya.

“Kita sudah lacak ke Madiun dan Surabaya ternyata kantor sudah kosong dan tutup dan kita tidak tahu keberadaannya. Hingga sekarangpun kami masih berupaya mencari informasi,”pungkasnya. (Gal)

News Feed