oleh

Anak Dibawah Umur Jadi Korban Polisi Gadungan, Begini Kronologinya

Rumah jarno yang menjadi korban DN sebagai Polisi Gadungan.

Beritatrends.com, Magetan – DN nekat datangi rumah Jarno (45) yang berada di Desa Tunggur, Kecamatan Lembeyan untuk membawa AM (14) dengan mengaku sebagai anggota kepolisian.

AM merupakan anak dibawah umur, yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dibawa dengan tanganya diborgol.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (3/1),”Sekitar pukul 00.30 seorang laki-laki datang kerumah mengaku sebagai polisi, dan membawa anak saya dengan diborgol,” ujar Jarno.

Karena curiga, Jarno bersama warga mengejar DN hingga sampai diwilayah Palur, Kebonsari, Madiun,”saat ditanyai warga, ia mengaku kalau ia hanyalah Polisi gadungan,” ungkap Jarno.

Tak hanya itu, teryata DN juga mengambil 2 anak lainya dirumahnya masing-masing, diantaranya KM (13) berumahkan Kedungpanji, dan AA (15) yang rumahnya di Desa Dukuh kecamatan Lembeyan.

DN diketahui keseharianya sebagai Pekerja Harian Lepas (PHL) pada bagian kesehatan di divisi pengurusan SIM Polres Magetan.

Informasi yang dihimpun beritatrends.com, kejadian bermula saat KM mengajak AM membeli minuman bir disebuah toko daerah Desa Palur, Kebonsari. Saat pulangnya, KM mengambil sepasang sandal yang terletakan diluar toko tersebut.

Pemilik sandal DN, yang sedang membeli rokok di toko merasa kenal dengan anak-anak tersebut langsung berinisiatif menemui AA untuk menunjukan rumah dari KM dan AM.

“KA mengaku kalau dapat sletekan sandal saat perjalanan pulang,” ungkap AM yang tidak tahu apa-apa pun kena getahnya.

Permasalahan anak dibawah umur yang mengambil sandal tersebut sudah diselesaikan oleh Unit SatReskrim Polres Magetan, dengan mendatangkan Tersangka, Korban dan Keluarga, Kamis (3/1) Sore.

Namun, dalam peraturan perundang-undangan mereka (sipil) yang mengaku sebagai anggota polisi, perbuatan tersebut dalam praktiknya digolongkan sebagai tindak pidana penipuan sesuai Pasal 378 KUHP.

Karena dibarengi dengan melakukan penipuan kepada warga dengan tujuan untuk menguntungkan diri sendiri, dapat diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun. (Gal)

News Feed