oleh

Penangkapan Anak Dibawah Umur Oleh Polisi Gadungan di Magetan

Dua anak masih duduk di bangku SMP, AMH (14) dan KAM (13), serta AA (15) yang sudah putus sekolah.

Beritatrends.com, Magetan – Di kecamataan Lembeyan, kabupaten Magetan, tiga anak dibawah umur dijemput paksa dari rumahnya satu per satu oleh seseorang yang mengaku sebagai Polisi pada Kamis (3/1/2019) pagi. Kejadian tersebut membuat bingung keluarga dan menduga bahwa itu penculikan.

Dua anak tersebut masih duduk di bangku SMP, AMH (14) dan KAM (13), serta AA (15) yang sudah putus sekolah.

Jarno (45), ayah anak menceritakan bahwa sekitar pukul 00.30 seorang laki-laki datang kerumahnya mengaku sebagai polisi, dan membawa anaknya karena kasus pencurian sendal.

“Saya percaya saja kalau orang tersebut polisi, karena berbadan besar dan membawa borgol, anak saya dibawa dengan diborgol,” terang Jarno.

Hal senada juga diungkapkan oleh orang tua AN, Wagiran (40). Anaknya dibawa kabur sekitar pukul 00.30 WIB atau 30 menit sebelum pelaku diduga mengambil anak Jarno.

“Sebelum anaknya pak Jarno, anak saya terlebih dahulu yang diculik. Saya juga takut pak,” akunya.

Bersama warga, Jarno sempat mengejar orang tersebut hingga ketemu diwilayah Palur, Kebonsari, Madiun. Ternyata orang tersebut hanya Polisi gadungan berinisial DCIS.

“Ada warga yang Lembeyan yang merupakan angota polisi menanyai orang tersebut, dan ia mengakui kalau dirinya hanyalah polisi gadungan,” ungkap Jarno.

Tak lama setelah itu datang polisi yang mengatakan bahwa DCIS merupakan anggotanya dan mengatakan akan membawa anak-anak tersebut ke Polsek terdekat untuk diproses.

Keluarga anak sempat kebingungan, karena saat dikroscek ke polsek Lembeyan tidak ada.

Iptu Yani Catur, Wakapolsek Lembeyan mengaku belum menerima laporan secara resmi dari orang tua diduga korban penculikan.

“Ini baru datang ke sini memberitahu, bahwa anaknya tadi malam dibawa polisi. Kita akan kroscek dulu seperti apa kejadiannya,” terangnya.

Sampai pukul 11.00 siang, Jarno menerima telephon dari orang bernama Totok yang mengaku pihak penyidik Polres Magetan,”saya disuruh ke bagian penyidik polres Magetan untuk menyelesaikan permasalahan anak,” kata Jarno.

Info yang di himpun Beritatrends, orang yang mengaku polisi dan mengambil anak-anak tersebut bernama Dian Cahya Ida Setyawan dan merupakan seorang sipil yang bekerja di bidang kesehatan Polres Magetan.

Namun setelah di konfirmasi ke Polres Magetan, polisi membantah bahwa itu merupakan penculikan,”Dugaan penculikan dan penangkapan yang tidak prosedural itu tidak benar, mereka tertangkap tangan ketika anak Lembeyan tersebut mengambil sepasang sandal,” AKP Sukatni, Kasat Reskrim Polres Magetan, Kamis (3/1) saat ditemui dikantornya.

“korban terhadap anak yang mengambil tadi disampaikan kepada orang tuanya dan disampaikan kepada pihak yang berwajib,” terangnya.

Lanjut Sukatni, berdasarkan musyawarah yang dihadiri oleh masing-masing orang tua, kepala desa dan hasil koordinasi dengan pihak korban,” hasilnya sama-sama memaafkan,” terang Katni.

“Korban adalah seorang sipil yang bekerja di polres Magetan, saat pencarian ia dibantu oleh polisi terdekat,” Pungkas Kasat Reskrim Polres Magetan. (Gal)

Loading...

News Feed