oleh

Bupati Magetan Ancam Minta Ganti Rugi Pada Galian C yang Melanggar

Salah satu kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Dadi, Plaosan, Jumat (4/01/2019).

Beritatrends.com, Magetan– Maraknya usaha pertambangan pasir dan batu /galian C dikabupaten Magetan mengetuk hati Bupati Magetan, Suprawoto untuk meninjau langsung salah satu kegiatan penambangan yang berlokasi di Desa Dadi, Plaosan, Jumat (4/01) siang.

Pada Tahun 2018 terdapat 19 lokasi usaha pertambangan pasir dan batu atau galian C di wilayah Kabupaten Magetan yang sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk beroperasi.

Dari 19 galian, mereka sudah mengantongi tiga izin antara lain Wilayah Izin Usaha Penambangan (WIUP), Izin Usaha Penambangan (IUP) Eksplortasi dan IUP Operasasi Produksi (OP).

Bupati magetan, Suprawoto berjanji pihaknya tidak akan mengeluarkan ijin lagi untuk aktivitas penambangan diwilayah kabupaten Magetan,”Kedepan saya tidak akan mengeluarkan rekomendasi lagi untuk ijin galian-galian seperti ini,” Kata Suprawoto, disela tinjauanya dilokasi penambangan, Jum’at (3/01) siang.

Menurut ia, manfaat dari penambangan lebih sedikit dari pada dampaknya terhadap lingkungan, kekayaan alam yang indah jadi rusak karena usaha penambangan tersebut.

“Dari target, Laporan 1,5 M tidak terpenuhi kepada daerah, merusak jalanya kita malah habiskan 150 milyar untuk memperbaiki,” ungkap Suprawoto.

“Kemarin sudah kita kumpulkan, Kita akan lihat mereka melanggar atau tidak, karena ini bukan wewenang daerah, ini merupakan wewenang provinsi, dari monitoring segalanya oleh Provinsi,” ujarnya.

“Kalau wewenangnya bisa dari bupati, pasti langsung saya beri tindakan,” kata Suprawoto.

Suprawoto juga mengancam apa bila ada penambangan yang terbukti melanggar dan tidak sesuai ketentuan diwilayah Magetan, pihaknya tidak akan segan untuk menuntut reklamasi.

“Mereka punya jaminan di Provinsi, kalau mereka tidak mau mereklamasi, uang jaminan tersebut yang akan kita minta untuk ganti rugi,” Pungkas Kang Woto. (Gal)

News Feed