oleh

Lestarikan Budaya NU, Santri Al Muhibbin Gelar Konser Islami Mini

Ponpes Bahrul Ulum Jombang Gelar Konser Islami mini

Beritatrends.com, Jombang – Berada di pesantren tak membuat para santri miskin kreatifitas. Seperti yang dilakukan santri ribath (Asrama)Bumi Damai Al Muhibbin Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang yang menggelar konser islami mini dihalaman pondok, Kamis (26/7) malam.

Menurut Ketua Ribath Al Muhibbin Achmad Fauzi Darmawan konsep yang ditawarkan dalam konser mini ini hampir mirip dengan sholawatan yang dilakukan Habib Syech. Dimana beberapa orang duduk didepan lalu menabuhkan alat musik seperti yang biasa ditampilkan grup banjari dan rebana. Disamping itu, sekitar 3-4 orang bertugas sebagai vocal.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan mingguan, hari ini pembukaan pertama setelah liburan panjang. Setiap malam jumat secara bergantian kita mengadakan sholawatan, khitobah, diba’an. Untuk sholawat konsepnya mirip dengan model Habib Syech. Lagunya pun diambil dari Habib Syech,” katanya.

Fauzi mengatakan kegiatan ini pertama bertujuan mengajarkan santri untuk mencintai sholawat nabi. Selain mendapatkan banyak pahala dan keistimewaan juga dalam rangka mewariskan budaya Nahdlatul Ulama (NU) yang suka sholawat.

Selain itu, ia menyebutkan kegiatan ini sebagai hiburan bagi para santri setelah seminggu full sibuk belajar di kelas dan sekarang belajar dihalaman pondok. Diharapkan kegiatan ini memberikan variasi baru dan membuat para santri terutama yang baru masuk nyaman dan happi di pesantren.

“Kegiatan ini yang menyiapkan semuanya dari santri sendiri. Bahkan petugas yang duduk didepan juga para santri. Kita sebagai pengurus mengawal dari belakang. Tapi bukan bearti lepas tangan. Karena selama acara pengurus dan pembina tak mintakan mendampingi santri sampai acaranya selesai,” tambah Fauzi.

Konser mini juga bertambah unik dan menarik karena para santri duduk lesehan bersama di halaman pesentren dengan hanya beralaskan terpal. Ditengah-tengah sholawatan berlangsung tampak juga bendera Nahdlatul Ulama dikibarkan para santri sebagai wujud kecintaan ke pada NU.

Kecintaan para santri dengan NU memang sudah dibangun sejak awal masuk pesantren. Ini terlihat materi aswaja yang sering disampaikan pengasuh dan para pengajar di dalam kelas formal maupun dalam tindakan nyata dengan ziarah kubur dan diba’an.

“Santri disini memang diberikan materi Aswaja Ala Thoriqoh Nahdlatul Ulama sejak awal. Rujukan kita yakni KH Wahab Hasbullah sebagai pendiri dan penggerak NU. Ia lahir di Tambakberas dan merupakan tokoh yang kita hormati. Jadi kalau keluar dari NU maka sopan santunnya kepada Kiai Wahab,” pungkas Fauzi.(solid /kusnoaji)

News Feed