oleh

Panen Raya Desa Kedung Kembar Kecamatan Rrambon kabupaten sidoarjo.

Acara yang digelar di area persawahan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan Forkopimka

Beritatrends.com, Sidoarjo – Ketahanan pangan suatu bangsa merupakan modal utama menggerakkan pembangunan. Tanpa sumber daya dan stock pangan yang cukup,akan muncul kesejahteraan dan kemajuan pada bangsa tersebut. Hal itu disampaikan oleh Saifulillah, Bupati Sidoarjo, pada acara Panen Raya dan Temu Petani di desa Kedung Kembar Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Selasa (24/07/2018).

Acara yang digelar di area persawahan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan Forkopimka kecamatan Prambon, Kades, Kelompok Tani serta pejabat dari dinas terkait.

Bupati Sidoarjo di dampingi Wakil Bupati dan Dandim 0816/Sidoarjo serta Forkopimda Sidoarjo melaksanakan potong padi secara simbolis di lahan sawah di Desa Kedung Kembar Prambon. Dilanjutkan acara inti yang diawali Laporan oleh Dandim 0816/Sidoarjo,Letkol Inf Fadli Mulyono tentang Kesiapan Panen Raya dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kab. Sidoarjo.

Didalam rangkaian acara tersebut, Bupati Sidoarjo didampingi Forkopimda memberikan bantuan Alsintan kepada Kelompok Tani di wilayah Prambon dan Piagam Penghargaan kepada Kepala Desa Kedung Kembar Prambon.

Menurut Abah Saiful, sapaan akrab Saifulillah, Kabupaten Sidoarjo sungguh beruntung masih memiliki lahan pertanian yang luas dan subur. Mampu menghasilkan berton-ton beras untuk mencukupi kebutuhan pangan warganya.

“Pemkab Sidoarjo memiliki program berupa upaya khusus dalam hal swasembada pangan dengan sasaran target pemenuhan kebutuhan pangan sendiri tanpa mengimpor dari daerah ataupun negara lain. Upaya khusus tersebut ditunjang oleh kondisi tanah pertanian yang mempunyai unsur hara subur disamping semangat para petaninya sangat mendukung,” tutur Saiful illah.

Menurutnya pula, program Pemkab Sidoarjo itu sejalan dengan Undang Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang pangan yakni ketahanan pangan adalah terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap rumah tangga dan keluarga.

“Sasaran tanam padi di wilayah Sidoarjo ini selama April sampai September 2018 seluas 15.354 hektar dan hingga akhir Juli ini saja realisasinya telah mencapai 11.979 hektar atau 78,02% dari target. Diharapkan hingga Agustus 2018 ini akan terpenuhi semuanya dengan.prediksi hasil panen mencapai rata rata 6,7 ton,” terang Saifulillah.

Pemkab Sidoarjo sendiri melalui instansi terkait dibantu jajaran Kodim 0816 selama ini telah melakukan berbagai kiat dan strategi dengan menggerakkan para petani sebagai pelaku utama.

“Problem mendasar di Sidoarjo dalam sektor ini yakni minimnya ketersediaan tenaga kerja. Banyak anak muda pedesaan sekarang enggan turun ke sawah. Mereka lebih suka bekerja di pabrik dan kantor. Nah guna mengatasi hal itu, Pemkab berusaha memfasilitasi untuk dapatnya memenuhi kebutuhan petani dengan membelikan mesin dan alat pertanian,” tambah Saifulillah.

Acara ini berlangsung aman dan lancar. Dengan adanya tanya jawab langsung antara Bupati Sidoarjo dengan Kelompok Tani dan masyarakat setempat. (Zeey//Lyn)

News Feed