oleh

Menyikapi Moto yang Ada di Gambar, Mungkin Kita Bisa Melihat Dari Berbagai Sudut Pandang

makna sebuah tulisa yang di kupas habis semoga bisa ada tambahan yang lebih bagus, Minggu (22/7/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Diskusi Minggu (22/7/2018) pagi di Grup Whatsapp Mageta ber Satu, pagi ini sungguh saangat mengasikan, terbukti bahwa warga Grup WA Magetan ber Satu ternyata orang sangat pintar-pintar dan cerdas untuk menyikapi sebuah berita entah itu berita dari Medsos gruptetangga sebelah atau yang datangnya dari ide sendiri.

Baik menyikapi pemerintahan pusat, pemerintah daerah, kehenatan seseorang dan akan menghadapi Pileg dan Pilres 2019 mendatang, yang asiknya ada suatu Foto yang bertuliskan Moto : Tambang Emas, Tambang Migas, Tambang Batubara dikuasai Asing, Dihari Kemerdekaan kita hanya kebagian “Tarik Tambang”.

Akhirnya dari beberapa warga grup WA berkomentar seperti Kokok mengatakan terkait Moto tersebut mengatakan :

1 . Sudut pandang Ekonomis : Pemerintah menjual produck mentah ke orang asing dengan cara mendatangkan para ahli mengolah bahan mentah tersebut untuk menjadi barang siap saji. Namun kelemahan terjadi monopoli perdagangan di situ.

“Dalam arti produk tersebut yang berhak bandroll harga pasar asing karena dia merasa bisa memproduksi, jadi secara tidak langsung uang rakyat di sedot orang asing untuk konsumtif barang tersebut,”ucapa Kokok yang juga sebagai Bakal Calon Legeslatif dari Partai Perindo Magetan.

  1. Segi Profesionalisme : Negara Indonesai karena belum mampu mengolah bahan mentah itu, maka negara mendatangkan ahli dari luar negeri untuk mengelola hasil bumi tersebut menjadi barang jadi, sehingga terjadi komitmen antara negara Indonesia dan negara asing yang akan menjerat dan membatasi ruang gerak ekonomi Indonesia.

“Dengan demikian apa yang menjadi kebijakan negara akan di ambil itu sebagai bentuk kolaborasi kebijakan,”ucapnya Lagi

  1. Segi Plagiator : Pemerintah sengaja mendatangkan tenaga ahli asing yang akan mengolah bahan mentah ke bahan jadi, namun pemerintah secara tidak langsung memberikan suatu edukasi kepada tenaga ahli Indonesia untuk menjiplak sistem, kinerja, mekanisme, praktek, marketing dan seterusnya, yang endingnya ketika nanti pemerintah Indonesia sudah bisa memproduk bahan mentah tersebut, maka negara Indonesia akan melakukan kebijakan kontrak kerja denga negara asing. Mengingat secara yuridis bahwa geografis milik negara Indonesia. Dan negara asing tidak punya hak untuk menolak kebijakan tersebut sebab negara asing hanya punya hak produck.

 

“Diantara sudut pandang tersebut bisa kita simpulkan bahwa setiap kebijakan akan bertendensi pada sebuah kesejahteraan, adapun langkah – langkah yang di ambil oleh sebuah keputusan itu sangat bagus, kalaupun kebijakan itu lepas dari garis konstitusi itu berarti oknumnya,”jelas Kokok yang suka mengadakan pertandingan burung berkicau.

Lanjutnya, begitu juga tentang pemerintahan di Kabupaten Magetan kenapa polemik bau limbah tersebut belum teratasi. “Karena Pemerintah belum bisa sepenuhnya mengintervensi lembaga terkait, ini yang menjadi PR Bupati Magetan terpilih,”ujarnya.

Tambahnya, sebab semua aktifitas yang menyangkut hajat hidup orang banyak itu harus ada 3 hal.  “yaaitu  PROGRAM, PROGRES, TARGET, Tanpa ada 3 hal tersebut pemerintah harus berani melakukan rekramasi jabatan di segala sector, demikian wawasan dari saya ada kurang lebih hal yang wajar, karena saya masih taraf belajar,”pungkasnya.

Sedangkan menurut pendapat Sujiharto mengatakan, yang namanya penulis opo wae jabatan ne.. Lek ngomong mesti atas dasar sopo sing mbayar…  (apa saja jabatanya kalau bicara pasti atas dasar siapa yang bayar), Walau tidak semua begitu,  ada yang obyektif juga.

Lanjutnya, menurut aku gampang sebagai rakyat melihat sesuatu berdasarkan kenyataan yang kita alami saja,  nek ngomong yo (kalau bicara ya) berdasarkan realita hidup, ojo ngomong sing susah” sing ngikuti jarene kae, jarene uwong sing ngomong (jangan bicara yang susah, yang ngikuti katanya sia A, katanya orang yang bicara.

“Sebagai rakyat sing  (yang) penting melakukan kegiatan sesuai bidangnya masing-masing,  Isih iso duwe gawan isih iso nguripi anak Bojo, isih iso duwe penghasilan tetap (masih bisa punya kerjaan, masih bisa menghidupi anak istri, masih bisa punya penghasilan tetap) Itu namanya masih ada kehidupan.”ucap Sujiharto.

Tambahnya, urusan politik yang kuasa urusan politik oposisi wis enek bagian ne dewe”.. (sudah ada bagiannya sendiri-nendiri) Cuma kita sebagai rakyat kalau sudah tidak suka cara pemimpin untuk jadi pemimpin tunggu 5 tahun ojo (jangan) dipilih.

Gampang to urup kuwi… Ojo di gawe susah opo meneh nganti perang saudara ora penak kuwi.. Iso mangan lempung… Pisah karo anak Bojo mergo perang saudara.. (jangan dibuat susah apa lagi sampai perang saudara tidak enak itu, bisa makan lumpur dari tanah, psah dengan anak bojo karena perang saudara,”pungkas Sujiharto #salam damai itu indah#.(lak)

 

News Feed