oleh

Gala Diner Liga Nusantara di Musim Kompetisi Tahun 2018, Demi Persemag Bangkit

Inisiator Gala Diner Persemag Bangkit Suprawoto bersama Para Sporter Persemag, Jumat (13/7/2018)

 

Beritatrend.com, Magetan – Persatuan Sepak Bola Magetan (Persemag) menggelar makan malam mewah alias gala dinner untuk menggalang dana bagi tim Persemag Liga Nusantara di musim kompetisi tahun 2018. Usaha ini dilakukan setelah Agus Tholip Manager Persemag berembug dengan Bupati terpilih Suprawoto dengan para timsuksesnya dengan bertujuan menyelamatkan Persemag pada Liga Nusantara di musim kompetisi tahun 2018 yang telah menyelesaikan putaran pertama dan saat sekarang melanjutkan putaran kedua. Acara penggalangan dana digelar di Rumah Makan Joglo Armada Selosari Magetan.

“Kami menargetkan dalam pengumpulan dana dalam satu putaran sebesar Rp. 80 juta yang baru mendapatkan dana sebesar Rp. 25 juta dari inisiator acara Gala Dinner Persemag Bangkit Bapak Suprawoto, kami mengundang para tokoh sepak bola para pengusaha pejabat yang berada di Magetan yang hadir,” kata Manager Pelaksana Liga Nusantara di musim kompetisi tahun 2018 Agus Tholib.

Untuk membiayai segala keperluannya selama Liga Nusantara di musim kompetisi tahun 2018, Persemag membutuhkan dana sedikitnya Rp 80. Agus Tholib sendiri menolak menjelaskan berapa target dana yang diharapkan terkumpul dari gala dinner yang berlangsung pada mala ini, Jumat (13/7/2018).

Dia hanya berharap kepada para tamu undangan baik pengusaha pejabat yang hadir pada malam ini, sebagai contoh kesediaan bapak Suprawoto yang telah sanggup membantu Rp. 25 juta artinya masih ada kekurangan Rp. 55 juta. “Mensponsori tim Persemag pada Liga Nusantara di musim kompetisi tahun 2018 memang sangat diharapkan untuk menyelamatkan Persemag dari sangsi PPSSI apa bila tidak melanjutkan akan di coret dari percaturan sepakbola dan di denda sebesar Rp. 75 juta, masak mendukung Persemag tidak mau,”katanya sambil bergurau.

Acara Gala Diner Peduli Persemag menjadi meriah setelah dipadu oleh seorang MC, yang menawarkan kepada para tamu undangan yang hadir, pertama kepada Sudjatno yang mempunyai Bank Perkeriditan Rakyat (BPS) Eka Dharma, dengan membereri masukan bahwa sepak bola di Magetan harus melalui tembok yang besar artinya segala upaya harus dilakukan untuk menyukseskan Persemag dengan akhir kata menyumbang Rp. 10 juta.

Lain hal dengan Ketua Koni Magetan Sopyan, mengatakan di Magetan dalam 1 tahun Koni yang harus melaksanakan pembinaan ada 22 Cabang Olahraga (Cabor) dengan anggaran Rp. 1,5 Milyar, sedangkan untuk Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) hanya 100 juta dan uang pembinaan 25 juta, dilihat dari angka harus mengadakan kompetisi umur 12, 14, 16, 17 dan 21 tahun artinya kalau dilihat dari angka harus menagis dan diakhirkata Sopyan menyumbang sebesar Rp. 2 juta.

Sedangkan mantan ketua PSSI Magetan Sutikno mengatakan, saya sudah capek mengurusi sepakbola, dan kita harus memikirkan bagai mana caranya untuk mencari dana yang baik dan halal untuk kemajuan sepakbola di Magetan khususnya mengangkat Persemag, memang kurang lebih 9 tahun fakum tidak ngurusi dan akhirkata untuk sumbangan saya akan membantu setelah nanti pengumpulan usai kurang berapa pasti akan saya bantu.

Lalu MC menyuruh para sporter keliling mendatangi tamu undangan sambil menyerahkan brosur untuk diisi baik tunai maupun cara stransfer yang akhirnya terkumpul Rp. 32.300.000,- (tigapuluh dua juta tigaratus ribu rupiah) dengan rincian Rp. 5.3000.000,- tunai dan Rp. 27.000.000 berupa transfer.

Tapi MC tidak mau momentum ini terlewatkan, akhirnya salah satu pengusaha muda yang sukses mengelola Mojesemi Park Arif ditodongnya dan arif berjanji untuk membantu Persemag per tahun akan di bantu sebesar Rp. 25 juta/per tahun, pun MC memaksa bantuan ini akan di berikan pada tahun berapa mulainya ?

Akhirnya Arif akan membantu Persemag sejak malam ini, Jumat (15/7/2018) dan akhirnya terkumpulah semua kebutuhan Persemag sejumlah Rp. 57,3juta.

Dan sebelumnya banyak masukan dari perwakilan Kepala Desa dengan mengatakan selama kita mau bersama-sama pasti bisa terlaksana apa yang diinginkan dan untuk kompetisi harus dilakukan mulai dari tingkat desa agar mempunya atlit yang benar-beran atlit yang mumpuni, serta perwakiloan dari media mengatakan tolong untuk pengelolaan keuangan sewaktu-waktu bisa diaudit serta dari salah satu perwakilan PNS kedepannya yang diperhatikan jangan hanya atlit sepakbola kalau bisa semua cabor.

Sebagai inisiator Suprawoto menyimpulkan, selain untuk berkumpul dan mengalang dana, juga untuk mengundang partipasi masyarakat terhadap Persemag. Persemag sudah satu putaran, setiap putaran 6 kali pertandingan putara pertama terlewatkan dan putaran kedua sudah melakukan 2 kali pertandingan kurang 4 kali pertandingan untuk menyelesaikan. “Persemag akan bagus, jika kompetisi di bawah berjalan,”Suprawoto. (Gal)

News Feed