oleh

Ketua DPRD Magetan Belum Setujui Kenaikan Tarif Wisata Sarangan

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan Karmini, S.Sos

Beritatrends.com, Magetan – Setelah kenaikan tarif masuk Objek Wisata Sarangan sebesar Rp.19.000,- dinilai banyak publik dan pengunjung terlampau mahal.

Hal tersebut membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan Karmini, S.Sos angkat bicara, Menurut Karmini secara hukum kenaikan tarif sarangan merupakan suatu hal yang Ilegal.

“Secara hukum kenaikan tarif Sarangan ilegal dan masuk kategori pungli, karena DPRD Kabupaten Magetan belum menggumumkan atau menyetujui Raperda tersebut,”Kata Karmini kepada Beritatrends.com, di Kantor DPC PDI Perjuangan disela-selanya dia mengadakan seleksi pendaftaran Legislatif untuk tahun 2019, Selasa (10/7/2018).

Lanjut Karmini, di daerah Kabupaten Magetan ini memilik aturan, ada Perbup dan Perda, ketika perda ini belum di syahkan, karena perda masih dalam penggodokan di DPRD.

Karmini sebagai Ketua Dewan mengaku baru akan membahas tentang Perda kenaikan tarif Objek Wisata Sarangan disidang paripurna DPRD besok, Rabu (11/7/2018) jam 09.00 WIB.

“Besok kita akan Rapat Paripurna untuk menentukan Perda kenaikan tarif masuk Sarangan tersebut, boleh menaikan tarif, tetapi dengan catatan,”ujar Karmini.

Artinya dengan tiket segitu harus diimbangi dengan fasilitas yang memadai. Dengan harga tiket sebesar Rp.19.000,- seharusnya ada kejelasan dari awal untuk biaya parkir mana saja yang di peruntukan wilayah parkirnya dan mana yang harus membayar kembali tempat parkirnya, dan itupun harus dihitung kapasitas tempat tersebut.

“Ketika kendaraan yang masuk wilayah wisata Sarangan melebihi kapasitas, harus bisa terdeteksi dan perlu di koordinasikan kepada Kelurahan Sarangan yang mempunyai wilayah wisata Sarangan tersebut agar tidak terjadi ucapan di luar bahwa harga tiket yang inklut parker ternyata para wisatawan harus merogoh koceknya lagi buat Parkir,”Trang Karmini.

Ditempat yang berbeda Plt. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magetan melalui Kepala Bidang Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik dan Sarana Prasarana Hadi Sutopo mengatakan, untuk Perbup kenaikan sudah disetujui oleh para pihak dan secara dasar hokum sudah memenuhi karena saat diluncurkanya Perbup pihak hukum sudah koordinasi dengan pihak terkait.

“Memang Perbup sudah ada dan sudah disetujui untuk dinaikan tarifnya, sedangkan Perda memang belum ada, dan saya baru dengar kalau besuk ada sidang paripuna yang membahas tentang Perda kenaikan tarif wisata Sarangan,”ucap Hadi.

Lanjutnya, kalau secara dasar hukum menurut kabag hukum yang menggodok Perbup sudah tidak ada masalah, karena dengan naiknya tarif wisata Sarangan otomatis akan menambah pendapatan asli daerah dari tempat wisata.

“Tapi untuk lebih jelasnya bisa di tanyakan langsung ke Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan saya hanya menjalankan tugas sebagai Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik dan Sarana Prasarana,”pungkasnya, (Gal)

News Feed