oleh

Wacana SMP Negeri 1 Magetan Akan Menjadi SMP Rujukan

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan Saat menjelaskan rencana SMP Negeri 1 Magetan menjadi Sekolah Rujukan, Senin (9/7/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Kedepan dalam waktu dekat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Magetan di tunjuk untuk menjadi salah satu sekolah Rujukan oleh Direktorat Pembinaan SMP. Kata Rujukan konotasinya memang seperti istilah dalam rumah sakit. Hal ini memang benar, sebab sekolah rujukan berarti sekolah yang dapat dijadikan sebagai model/percontohan oleh sekolah-sekolah dilingkungan sekitar. SMP Negeri 1 Magetan berarti mengemban amanah untuk dijadikan rujukan bagi sekolah-sekolah se – Kabupaten Magetan.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan Joko Santoso mengatakan, sekolah rujukan adalah satuan pendidikan (SMP) yang telah terakreditasi A, dan mampu mengembangkan ekosistem pendidikan, budaya mutu, penajaman pada karakter dan budi pekerti yang dapat dijadikan contoh bagi sekolah-sekolah lain.

“Adapun indikator sebagai sekolah rujukan meliputi; (a) terakreditiasi A, (b) memiliki lingkungan pendidikan yang kondusif, (c) memiliki budaya mutu, (d) melaksanakan program budi pekerti, (e) menjadi pusat keunggulan, (f) lokasi yang strategis, mudah dijangkau dari segala arah, dan aman,”ujar Joko, Senin (9/7/2018)

Lanjutnya, Sekolah rujukan juga harus memiliki prestasi akademis dan non akademis disamping juga harus memiliki ekosistem pendidikan yang kondusif. Indikator yang kondusif berarti antara lain : (1) terdapat kegiatan menciptakan sekolah yang menyenangkan, ramah, tenang, dan nyaman; adanya ruang hijau/taman, serta terdapat fasilitas pembelajaran di luar kelas yang sesuai. Disamping itu juga terdapat program kegiatan silaturrahmi antara warga sekolah. (2) Sekolah rujukan juga memiliki fasilitas yang memadai untuk ajang ekpresi dan kreasi bagi peserta didiknya. (3) Memiliki kegiatan yang dilakukan oleh para guru dan wali kelas untuk memahami lebih jauh karakteristik peserta didik.

Ditambahkannya dalam memenuhi persyaratan harus ada beberapa program yang dilakukan di Piwan untuk menumbuhkan budi pekerti diataranya : (1) Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yaitu gerakan wajib membaca selama 15 menit di setiap pagi hari dan dilakukan oleh seluruh warga sekolah, guru, murid, staf TU, karyawan sekolah. Pada saat kegiatan ini berlangsung di pagi hari, maka saat itu berlaku Silent Moment atau keadaan diam tak bersuara, kecuali hanya membaca dan membaca. (2) Tilawah Qur’an 15 menit : Kegiatan ini dilakukan juga setiap harinya yang berupa pembacaan kitab suci Al-Quran oleh guru agama melalui pengeras suara, diperdengarkan satu ayat per ayat yang kemudian diikuti oleh seluruh siswa dan guru yang ada dalam kelas. (3) Gerakan Lingkungan Hidup : Merupakan gerakan peduli tanaman dan lingkungan. Pada kegiatan ini seluruh kelas dibawah bimbingan wali kelas dan tim LH menanam tanaman di setiap koridor kelas masing-masing dan juga penciptaan sudut hijau di sekitar lingkugan sekolah. (4) Gerakan Anti Plastik dan Sampah : Gerakan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran bagi seluruh warga sekolah akan pentingnya arti kebersihan lingkungan : Salah satu yang dilakukan oleh Piwan adalah penetapan larangan membawa plastik apapun kedalam zona bebas plastik. Program ini dilaksanakan bekerja sama juga dengan pengelola kantin sekolah. Sehingga warga sekolah dilarang untuk membawa plastik apapun di lingkungan daerah bebas plastik. (5) Gerakan Pembinaan Karakter : Piwan juga melakukan gerakan Senyum, Sapa dan Salam setiap paginya. Sebelum memasuki kelas, siswa diminta untuk bersalaman dengan beberap guru yang sudah menunggu di halaman sekolah. Sehingga di pagi hari terlihat antrian mengular siswa untuk bertegur sapa, serta bersalaman dengan guru-guru. (6) Silaturrahmi Antar Warga : Gerakan ini bertujuan untuk mengakrabkan tali persaudaraan diantara warga sekolah (bukan siswa). Piwan menyelenggarakan program pengajian bagi warganya yang dilakukan setiap hari Jum’at dalam setiap akhir bulan berjalan. Seluruh guru, staf TU, karyawan, pengelola kantin sekolah diwajibkan mengikuti kegiaatan ini yang dilakukan di masjid sekolah. (7) Gerakan Peduli Sesama : Gerakan ini dilakukan dengan cara acara Bakti Sosial dengan OSIS & MPK sebagai penggeraknya.

“Bisa juga memperkenalkan atau mempromosikan SMP Rujukan dengan cara mengumpulkan beras, minyak goreng, susu, baju layak pakai, uang dari para penyumbang untuk kemudian dikumpulkan dan di kemas. Selanjutnya, setelah dilakukan survey langsung ke lapangan/daerah yang layak dibantu, OSIS & MPK didampingi beberapa guru membawa kemasan bingkisan tersebut serta membagikannya. Dan kedepan pada bulan ramadhan ini SMP Negeri 1 Magetan mengadakan Gerakan Tebar 1.000 Nasi Kotak bagi para kaum dhuafa dan yang membutuhkan dan untuk lebih jelanya bisa langsung tanyakan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Magetan Pak Budi,”pungkas Joko. (Gal)

News Feed