oleh

Lembaga Zakat Nasional Muhammadiyah Korda Magetan Bekerja Sama Dengan Alumni SMA Negeri 1 Magetan Tahun 2000 Mengadakan Bakti Sosial di Poncol – Magetan

artis Ibukota dari Magetan Isa Bajaj yang turut membagikan Lazismu di Poncol

Beritatrends.com, Magetan – Ketimpangan ekonomi di Indonesia masih cukup ting­gi, demikian pula dengan pemerataan pertumbuhan daerah. Pasalnya, kesejahteraan masih terpusat di beberapa daerah tertentu dan hanya dikuasai oleh segelintir orang.

Salah satu cara untuk meminimalisir ketimpangan itupun telah diajarkan dalam Islam, melalui zakat, infak, dan sede­kah. Namun, tentu memberi yang baik bukan hanya sekadar memberi, namun harus tepat sasaran dan tepat guna. Oleh karena itu, diperlukan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Se­dekah (Lazis).

Hal itu pun telah dilakukan oleh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan membentuk Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).

Lembaga Zakat Nasional Muhammadiyah Korda Magetan bekerja sama dengan Alumni SMA Negeri 1 Magetan Tahun 2000 mengadakan bakti sosial pemberian peralatan sekolah sebanyak 100 paket kepada anak SD dan SMP di wilayah Kecamatan poncol. Sabtu (7/7/2018) .

Koordinator lazismu Korda Magetan Yakup menyampaikan hal ini akan di lakukan secara terus menerus sebagai bentuk kepedulian terhadap anak didik khususnya di Kabupaten Magetan

“Acara ini juga di hadiri perwakilan Alumni SMA Negeri 1 Magetan angkatan 2000, mereka hadir secara khusus dalam acara ini salah satu artis Ibukota dari Magetan Isa Bajaj,”ucap Yakup.

lanjutnya, Lazismu adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf, dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseo­ra­ngan, lembaga, perusahaan, dan instansi lainnya. Sejak didirikan, lembaga ini pun langsung dikukuhkan oleh Men­teri Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui SK No 457/21 November 2002.

“Latar belakang berdirinya Lazismu terdiri atas dua faktor. Pertama, fakta Indonesia yang berselimut dengan kemis­ki­nan yang masih meluas, tingkat pendidikan, dan indeks pem­bangunan manusia yang sangat rendah. Ia menilai, semuanya berakibat dan sekaligus disebabkan oleh tatanan keadilan sosial yang lemah,”pungkas Yakup. (Jumali)

News Feed