oleh

Ketua Pelaksana Kampung Kelir Tidak Tahu Alur Dana Pengecatan, Hanya Suruh Menyiapkan Tempat Saja

Pengecetan sehari yang dilakukan para pramuka dari jam 13.30 hingga 17.00 Wib, Jumat (6/7/2018).

Beritatrends.com, Magetan – Awalnya Kami Bangga Dengan Program Pemerintah Daerah yang menunjuk kampong Kami di jadikan Kampung kelir ini merupakan salah satu protes warga Rt 01, 02, 03 Rw 02 Kampung Jurang Mangu Kelulahan Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan.

Pasalnya dalam didalam pelaksanaanya dikerjakan oleh tenaga kerja yang asal – asalan, malah bikin susah warga  yang rumahnya di cat, cat katanya dulu merk EMCO diganti merk CERIA, ini merupakan kekawatir di kemudian hari tidak tambah indah tapi tambah blontang karena hasil kerja yang tak karu – karuan.

Subiyanto salah satu warga Rt 03 Rw 02 Kelurahan Selosari mengatakan, gengan terpaksa kami sebagai warga memohon kepada teman – teman LSM & PEWARTA jika ada kepedulian sosial  ikut menengok kampong kami serta mengawal jalanya proyek tersebut, kampong kami  RT 1, RT 2, RT 3 RW 2 Kelurahan  Selosari Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan Jawa Timur lihatlah dari hasil penggarapan 6  atau 7 rumah yang telah di cat hasilnya sangat jelek.

“Dari awal kampong kami di survey untuk di jadikan Kampung Kelir seluruh warga sangat setuju dan bangga karena yang mengajukan kampungkami tersebut pernah kost di wilayah Kampung Kami, dia pas jadi orang yang punya posisi ternyata masih ingat dengan maksud ingin memperindah dan memanfaat kali yang ada karena kampung kami tidak jauh dari tempat kerajinan kulit artinya dengan maksud sambil belanja bisa bermain di kampung kelir dengan aneka wisata alam yang ada,”ucap Subiyanto.

Lanjutnya, kalau memang mau memperindah kampung kami, kami sangat senang dan merasa gembira namun, info yang kami terima cat yang di gunakan merk emco ternyata merknya lain, coba mas lihat sendiri dalam pengecetan tambah indah apa malah kumuh.

Data yang dihimpun media ini, sekitar 1000 peserta pramuka usia penegak pandega atau usia Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) mengikuti kegiatan yang berlasung empat hari tanggal 6 – 9 Juli 2018 tersebut, yang terdiri dari lima kontingen cabang yaitu Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trengalek dan Pacitan
Menurut Hagie Bryan Arif Mustofa selaku Pelaksana lapangan pengecatan Kamping Kelir yang berada di Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan Kabupaten Magetan, peserta Pramuka biasanya dikenal masyarakat dengan kemah atau halang rintang digunung dan jauh dari pemukiman, dengan festival ini, bagaimana para Pramuka berkarya tidak hanya ketika ada lomba dan perkemahan saja, tapi dengan bekaya dengan berbaur dengan masyarakat seperti kampung kelir.

“Kelir adalah nama, Pramukan tidak hanya melakukan pengecatan, tetapi juga kebersihan juga, kita bekerjasama dengan DBL, Kantor Pramuka Jatim dan Jawa Pos,”ucap Hegie.
Lanjutnya, kenapa Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan dipilih karena memiliki program yang sama yaitu kamuflase, ada tempat wisata baru, dekat dengan Alun-alun kota, dengan tujuan lebih memperindah.

“Panitia pengecatan pun  tidak mengetahui sumber dana pengecatan darimana, dan mengaku Magetan cuman menyediakan tempat, pengecatan sehari bisa menghabiskan satu galon cat, untuk merknya macam-macam tidak ditentukan, kami hanya mengetahui kode dari tempat harus di warnai apa,”pungkas Hegie. (Gal)

News Feed