oleh

Pengerjaan Kampung Kelir di Kelurahan Selosari Terkesan Asal-asalan

Salah satu contoh pengecetan rumah tetangganya Subiyanto

Beritatrends.com, Magetan – Dalam rangka Festival Wirakarya Kampung kelir Tahun 2018, Sekitar 1000 orang Pramuka Penegak dan Pandega , berencana mengecat 100 rumah dan sarana umum yang berada Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan Kota.

AWALNYA AKU BANGGA DENGGAN PROGRAM PEMERINTAH DAERAH YG MENUNJUK KAMPUNGKU DIJADIKAN KAMPUNG KELIR …..tapi didalam pelaksanaanya karena dikerjakan oleh tenaga kerja yg asal asalan malah bikin susah ..warga  yg rumahnya di cat …cat katanya dulu merk EMCO diganti merk CERIA  aku kawatir di kemudian hari tidak tambah indah tapi tambah blontang karena hasil kerja yg tak karu karuan untuk itu tolong temen LSM & PEWARTA  yg tergabung di group ini jika ada kepedulian sosial  ikut menengok kampungku serta mengawal jalanya proyek tersebut kampungku  RT1…RT2…RT3 …RW 2 kelurahan  SELOSARI  kab Magetan  jawa timur … lihatlah 6  atau 7 rumah yg telah di cat hasilnya sangat jelek . dikutip dari Grup Whatsapp Magetan ber Satu

Hal ini mendapat protes dari beberapa warga setempat salah satunya Subiyanto mengatakan, dalam pengecetan tampak asal-asalan dan pandang rumah menjadi kumuh karena warna catnya kurang bagus kemungkinan mutu catnya sangat jelek.

“Kalau memang mau memperindah kampung kami, kami sangat senang dan merasa gembira namun, info yang kami terima cat yang di gunakan merk emco ternyata merknya lain, coba mas lihat sendiri dalam pengecetan tambah indah apa malah kumuh,”ucap Subiyanto kepada beritatrends.com, Rabu (4/7/2018)

Di benarkan oleh tetangga Subiyanto yang tak mau di sebut namanya itu mas coba lihat rumah saya catnya kelihatan kusam tampak malah kumuh ini sangat disayangkan sama-sama mengerjakannya tapi apabila dikerjakan dengan baik kami sangat senang banget.

“Apa yang dilakukan Pemerintah terhadap masyarakat demi sebuah kampung yang awalnya tak dikenal sekarang bisa dikenal karena banyak orang yang mendatangi walau hanya sekedar untuk selfy,”ucapnya.

Bagong salah satu pekerja yang memgecat lokasi mengaku belum ada pihak pramuka yang datang kesini, kami di suruh memulai dulu pengecatan, yaitu mengecat atap warga, kami sudah mulai 2 hari ini, sejak Selasa (3/7/2018) dan Rabu (4/7/2018).

“Kami berasal dari Lumajang mendapatkat pekerjaan dari orang Jombang yang mendapat kontrak langsung dari pihak penggunakan anggaran,”ucap Bagong.

Jadi yang bertanggung jawab adalah orang Jombang kami hanya bekerja untuk mengerjakan untuk mengecat genteng saja.

Drs. Siran M.M Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Cabang Magetan, melalui Supriyadi staff Seketariat Gerakan Kwartir Cabang Magetan, Saat di hubungi melalui telphon mengatakan, ini kami tamping mas besuk akan kita laporkan kepada pemimpin terkait apa yang telah dikeluhkan masyarakat.

“Iya mas kami akan melakukan laporan ke pimpinan semoga kedepan ada perubahan dalam pelaksnaan pengecatan di kelurahan Selosari,”pungkasnya. (Gal)

News Feed