oleh

Jelang Pencoblosan, Penyebar Money Politik Tertangkap Basah

Ilustrasi penagkapan money politik

Beritatrends.com, Magetan – Menjelang Pencoblosan terdapat penangkapan Money Politik di beberapa wilayah di daerah kabupaten Magetan.

Menurut Keterangan warga masyarakat Kecamatan Kota Magetan Joko Purnomo mengatakan, ada di tiga titik yang diduga menyebarkan Money Politik diantaranya adalah di Kelurahan Panekan Kecamatan Panekan, Kelurahan Kebon Agung Kecamatan Magetan dan Desa Sayutann Kecamatan parang.

Lanjut Joko yang akrab dipanggil Jeleg, hal ini membuat suasana panas di hari tenang jelang pencoblosan.

Kami bersama empat orang teman menangkap seseorang yang sedang menyebarkan Money Politik salah satu calon kepala daerah setempat.“Saya bersama empat warga Kelurahan Panekan mencurigai sesorang yang keluar masuk rumah,”Terang Jaleg.

Saat lewat kita tanyai, dan mengaku sedang membagikan uang salah satu calon kepala daerah supaya memilihnya, dia mebawa uang sebanyak Rp.2.400.000,- (dua juta empat ratas ribu rupiah) dan mengaku sudah membaginya sebanyak Rp. 600.000,- kepada 6 Kepala Keluarga di Rt,1,2,3 di kelurahan Panekan dengan membawa gambar salah satu paslon,”terang Jaleg.

Panitia Pengawas Pemilihan Kabupaten Kabupaten Magetan Abdul Aziz Nuril Huda saat di konfirmasi mengatakan, belum ada laporan yang masuk ke kami.

Namun setelah kami klarifikasi kepada Paswascam Wilayah Kecamatan Panekaan Anton membenarkan adanya laporan dari masyarakat bahwa ada yang membagikan uang kepada warga untuk memilih salah satu paslon. “Malam ini akan kami plenokan dan berkas perkara akan kita limpahkan ke Panwaslu kabupaten besok,” terang Anton.

Ditambahkan Anton, dari kemarin Panwaskab masih giat patroli pengawasan, maka besok kami limpahkan untuk dipleno.

Saat di klarifikasi Ismail mengatakan bahwa belum ada laporan yang masuk, bahkan ganti bertanya di daerah mana Mas hal tersebut terjadi ?

Awak media Beritatrends.com menjelaskan, tadi warga mengatakan bahwa tadi malam telah terjadi money politik dan di benarkan oleh panwascam wilayah tersebut,  dan Panwaslu baru mengatakan, “O ya mas benar Anton yang melaporkan,”ucap Ismail .

Lanjut Ismail, kasus ini sementara masih dalam proses penyelidikan Panwaslu Magetan, tim penegakan hukum terpadu pilkada akan menggelar rapat kooordinasi untuk menilai apakah kasus ini termasuk politik uang atau tidak.

Untuk sementara, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. Jika pelaku terbukti melanggar Undang-Undang 10 Tahun 2016 Pasal 187A, mereka terancam hukuman dua tahun penjara dan denda sebanyak Rp 200 juta. (Gal)

News Feed