oleh

Debat Publik Calon Bupati Magetan dan Wakil Bupati Magetan Terakhir

Ketiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Magetan Pada Debat Publik Terakhir, Rabu (20/6/2018)

Beritatrends.com, Magetan – Tiga Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Magetan Jawa Timur telah menyiapkan diri untuk dalam debat publik ketiga pada Rabu 20 Juni 2018 malam, ketiga Calon tersebut mengaku punya pamungkas untuk menghadapi debat terakhir.

Debat terakhir ini temanya terkait dengan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, mereka rasa dengan segala pengalamannya yang di miliki, mereka tahu bagaimana inisiasi decision (keputusan) tentang layanan publik

Pada debat publik ketiga, tema yang diangkat adalah ‘Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik’. Debat tersebut memiliki konsep yang berbeda dari dua debat publik sebelumnya.

Melihat tema yang diangkat, pasangan calon nomor 1 Suyatni dan Gus Wahid, Pasangan nomor 2 Gus Amik dan Joko Suyono serta Pasangan nomor 3 Suprawoto dan Nanik, ketiga pasangan mengaku memiliki keuntungan tersendiri. Sebab, mereka sebelumnya pernah mempunyai pengalaman masing-masing

Untuk Pasangan Nomor Satu Suyatni sebagai pengusaha yang sukses di Kalimantan tentunya sudah banyak mengenal para pejabat baik didaerah maupun di pusat dan wakilnya Gus Wahid merupakan pentolan di salah satu pesantren dan sebelum menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Magetan tentunya mereka berdua akan mudah menjawab semua pertanyaan yang bakal diajukan.

Sedangkan Pasangan Nomor Urut dua Gus Amik pernah menjadi wakil bupati Magetan dan pernah juga menjadi Bupati Magetan hal ini memudahkannya dalam hal tema tersebut karena pernah menjalankan roda pemerintahan di Magetan dan calaon wakilnya Joko Suyono sebelum mencalonkan dirinya dia sebagai Ketua DPRD Magetan tentunya akan melahap semua pertanyaan yang di ajukan.

Dan Pasangan Nomor Tiga Suprawoto sebelum mencalonkan dirinya sebagai Dirjen di Kementrian Kominfokom hal ini membuatnya dengan mudah dalam hal tema tersebut dan wakilnya Nanik telah mendampingi suaminya menjadi Bupati selama dua periode tentunya sudah tidak asing lagi dengan tema tersebut diatas.

Pasanga Nomer tiga mengatakan, kami berdua punya pengalaman yang itu tidak dimiliki oleh paslon kedua pasangan lainnya. Kami punya pengalaman untuk membangun suatu sistem layanan publik yang relatif bisa memberikan percepatan dan guarantee terhadap transparasi itu,

“Salah satu pengalaman yang pernah kami dilalui saat menjadi Dirjen adalah lewat program – program yan.g dipakai oleh seluruh pemerintahan baik di provinsi maupun Kota dan Kabupaten,”ucap Suprawoto.

“Awal saya menjadi Dirjen itu nilainya E kemudian langsung menjadi A untuk layanan publiknya,” bebernya.

Sehingga, calon Bupati nomor urut tiga ini optimis dapat melewati debat publik terakhir dengan sangat baik. Sebab, pasangannya bisa menjelaskan hasil yang telah didapat dari jabatan sebelumnya.

“Insya Allah tentang tata kelola pemerintahan, saya dan Bunda Nanik punya bukti. Jadi saat debat kami bisa berikan bukti, tidak hanya sekedar janji,”ucapnya.

Sedangkan Paslon Nomer Satu Suyatni – Gus Wahid menilai pelayanan publik sangat layak menjadi salah satu materi yang dibahas dalam debat calon kepala daerah pada perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan.

“Materi pelayanan publik sangat penting sebab di dalam tata kelola pemerintahan pelayanan publik di ibaratkan sebagai jantung, sehingga harus dipahami dengan baik oleh setiap calon kepala daerah karena peningkatan kualitas layanan publik kuncinya ada di kepala daerah,”kata Suyatni.

Dan Pasangan Nomor Dua Gus Amik – Joko Suyono mengatakan, pelayanan publik, calon kepala daerah memahami secara utuh tentang konsep pelayanan publik serta memberikan perhatian yang serius. Sebab jika Kepala Daerah peduli terhadap pelayanan publik, dengan sendirinya pelayanan kepada masyarakat akan berjalan dengan baik dan berkualitas, bahkan empat standar minimal akan terpenuhi yang meliputi kejelasan informasi pelayanan, mekanisme atau prosedur pelayanan, batas waktu pelayanan dan jumlah tarif yang disertai dasar hukum.

“Sebagai upaya tindaklanjut apa bila kami bersama Joko Suyono jadi bupati akan segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak demi lancarnya laju pemeritahan nanti kelak,”pungkasnya. (Gal)

 

News Feed