oleh

Bedah Buku “Dalane Urep”, Biografi Berbahasa Jawa

Bedah Buku Biografi Berbahasa Jawa Berjudul “Dalane Urep” Mengambil Tema Lesehan

Beritatrends.com, Magetan – Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Dr.Drs Suprawoto, SH, M.Si. mengadakan acara bedah buku karyanya yang berjudul “Dalane Urep” di Mojosemi Forest Park, Magetan, Senin (11/6).

Bedah buku yang di kemas dalam Kemah Literasi Mojosemi Forest Park tersebut, di hadiri Faunder penerbit SatuKata Book@art Publisher, Sidoarjo, Rachmat Giryadi sebagai pembedah buku dan Guru, Dosen, Penulis dan Sastrawan, Tjahyono Widarwanto sebagai pembanding.

“Saya menyusun buku ini sebagai wujud kepedulian sebagai orang jawa, karena saya ditakdirkan menjadi orang jawa,” kata Suprawoto saat memberikan sambutan di acara bedah bukunya.

Menurut Suprawoto, sengaja buku ini ditulis menggunakan bahasa Jawa agar masyarakat menggemari bahasa Jawa. “Kalau bukan kita yang melestarikan budaya dan bahasa Jawa, siapa lagi yang akan melestarikannya,” ujarnya.

Buku setebal 400 lembar ditulis sendiri oleh Suprawoto waktu di Jakarta dengan menggunakan bahasa Jawa, adalah sebagai upaya melestarikan dan memberikan pelajaran pada generasi muda, yang kini mulai banyak  yang tidak paham pada nilai-nilai yang terkandung dalam budayanya,”Biografi ini saya tulis selama 6 tahun, di sela-sela kesibukan saya di jakarta,” ujar Suprawoto.

Suprawoto sangat berterima kasih kepada teman-teman dan sahabat -sahabatnya waktu itu.

“Saya menulis bukan untuk terkenal. pada awalnya Saya memang ragu, apakah perlu menerbitkan buku semacam ini. Akan tetapi sejumlah teman dan sahabat mendorong untuk menyusun buku biografi ini,” terang Suprawoto.

Tjahyono Widarwanto, Sastrawan Jawa Timur mengatakan penulisan buku profil yang menggunakan bahasa Jawa ini adalah sebagai bukti kesahajaan kehidupan Pak Suprawoto. “Bayangkan,  dengan menggunakan bahasa Jawa. Kalau bukan orang bersahaja tidak akan berhasil,” ujarnya.

Menurut Tjahyono buku ini adalah yang pertama kalinya di Indonesia sebuah biografi yang ditulis dengan menggunakan bahasa daerah,” Selama ini orang kalau nulis biografi umumnya bahasa Indonesia. Bila perlu juga menggunakan dua bahasa yakni Indonesia dan Inggris,” Pungkas Tjahyono. (Gal)

News Feed